82 Napi Kategori High Risk Dipindahkan dari Jawa Timur dan Bali ke Nusakambangan

0
139
https://beritaadikara.com/82-napi-kategori-high-risk-dipindahkan-dari-jawa-timur-dan-bali-ke-nusakambangan/

Jawa Timur, Bali, 25 September 2025 — Sebanyak 82 narapidana dengan status high risk dari berbagai lembaga pemasyarakatan (lapas) di Jawa Timur dan Bali dipindahkan ke Lapas Karanganyar, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Pemindahan ini berlangsung pada Selasa (23/9/2025) dengan pengawalan ketat dari petugas gabungan Kementerian Hukum dan HAM, aparat kepolisian, serta TNI.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan pengawasan terhadap napi dengan tingkat risiko tinggi, baik dari sisi keamanan maupun potensi gangguan terhadap stabilitas lapas.

Menurut keterangan resmi dari Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Tengah, para napi yang dipindahkan terdiri dari 58 orang asal Jawa Timur dan 24 orang asal Bali. Mereka termasuk dalam kategori high risk karena dinilai memiliki potensi mengganggu keamanan, baik melalui tindakan kriminal di dalam lapas maupun jaringan kejahatan yang masih aktif di luar.

Pemindahan dilakukan melalui jalur darat dengan pengawalan bersenjata lengkap. Setibanya di Cilacap, para napi langsung dipindahkan ke Lapas Karanganyar, salah satu lapas di kawasan Pulau Nusakambangan yang dikenal memiliki sistem pengamanan super maksimum.

“Semua berjalan lancar dan aman. Proses pemindahan ini merupakan bagian dari program penyebaran narapidana berisiko tinggi agar tidak terpusat di satu wilayah,” ujar salah satu pejabat Kemenkumham.

Kategori napi high risk mencakup mereka yang terlibat dalam kasus kejahatan berat, seperti narkotika dalam jumlah besar, terorisme, maupun tindak pidana terorganisir lainnya. Para napi ini membutuhkan pengawasan ekstra karena dinilai berpotensi mengendalikan kejahatan dari balik jeruji.

Di beberapa kasus, napi narkotika bahkan diketahui masih bisa mengoperasikan jaringan peredaran narkoba meskipun sedang menjalani hukuman. Hal inilah yang mendorong Kemenkumham untuk lebih tegas dalam menentukan lokasi penahanan mereka.

Dengan memindahkan mereka ke Nusakambangan, diharapkan kontrol keamanan lebih maksimal karena pulau tersebut dirancang khusus untuk menampung napi dengan tingkat kerawanan tinggi.

Nusakambangan sejak lama dikenal sebagai pulau penjara dengan reputasi paling ketat di Indonesia. Terdapat sejumlah lapas dengan kategori berbeda, mulai dari lapas pengamanan medium hingga super maksimum security.

Lapas Karanganyar, tempat napi high risk ini dipindahkan, memiliki fasilitas pengamanan berlapis. Mulai dari kontrol akses yang ketat, penjagaan bersenjata 24 jam, hingga sistem pengawasan berbasis teknologi.

Dengan kondisi geografis yang berupa pulau, akses keluar-masuk Nusakambangan pun sangat terbatas. Hal ini membuat upaya melarikan diri maupun interaksi dengan pihak luar lebih sulit dilakukan dibandingkan lapas di wilayah daratan.

Ada beberapa alasan mendasar mengapa pemindahan napi ini dianggap penting:

  1. Memutus jaringan kejahatan – Memindahkan napi ke lokasi dengan pengawasan super ketat dapat mengurangi risiko mereka mengendalikan jaringan kriminal di luar lapas.
  2. Meningkatkan keamanan lapas daerah – Dengan mengurangi jumlah napi berisiko tinggi di lapas Jawa Timur dan Bali, kondisi keamanan di lapas daerah diharapkan lebih stabil.
  3. Pemerataan beban lapas – Mengurangi penumpukan napi high risk di satu wilayah mencegah potensi konflik antar-narapidana yang bisa berujung kerusuhan.

Sejumlah lapas di Jawa Timur dan Bali memang menghadapi persoalan klasik, yakni overkapasitas. Kondisi ini diperburuk dengan keberadaan napi high risk yang jumlahnya cukup signifikan.

Overkapasitas membuat pengawasan napi semakin sulit. Di sisi lain, keterbatasan fasilitas dan jumlah petugas kerap menjadi hambatan. Dengan pemindahan ke Nusakambangan, diharapkan pengelolaan lapas daerah bisa lebih fokus pada pembinaan napi dengan kategori risiko rendah hingga menengah.

Pemindahan 82 napi high risk asal Jawa Timur dan Bali ke Lapas Karanganyar, Nusakambangan, menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperketat pengawasan dan menjaga stabilitas keamanan lapas. Proses ini sekaligus menunjukkan keseriusan negara dalam menangani napi berisiko tinggi yang tidak hanya membahayakan di dalam penjara, tetapi juga berpotensi mengendalikan kejahatan dari luar.

Dengan fasilitas pengamanan super maksimum di Nusakambangan, pemerintah berharap napi high risk tidak lagi leluasa mengatur kejahatan, sementara lapas-lapas di daerah dapat lebih fokus menjalankan fungsi pembinaan bagi napi kategori rendah dan menengah.

Lebih dari sekadar pemindahan administratif, langkah ini menjadi bukti bahwa pengelolaan lapas membutuhkan strategi khusus agar tujuan akhir, yakni menciptakan sistem pemasyarakatan yang aman, tertib, dan berorientasi pada pembinaan, dapat tercapai.

Leave a reply