Politisi Golkar Jatim Dukung Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto, Sebut Jasa Pembangunan Tak Terbantahkan

0
95
https://beritaadikara.com/politisi-golkar-…tak-terbantahkan/

SURABAYA | BERITA ADIKARA – Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 RI, HM Soeharto, mendapat respons positif dari kader Partai Golkar di Jawa Timur. ,Sumardi Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur dari Fraksi Partai Golkar, menilai penganugerahan tersebut sebagai bentuk pengakuan negara yang pantas atas jasa besar Soeharto selama memimpin Indonesia lebih dari tiga dekade.

Sumardi menyatakan bahwa Soeharto, yang akrab disapa Pak Harto, memiliki ikatan sejarah kuat dengan Partai Golkar, salah satunya sebagai dewan pembina pada masanya.

“Jasa-jasanya membesarkan Golkar juga tidak sedikit. Beliau membawa Indonesia pada kemajuan selama 32 tahun, terlepas dari kontroversi yang ada,” ujar Sumardi, Rabu (12/11/2025).

Lebih lanjut, Sumardi menegaskan bahwa pada era kepemimpinan Soeharto, Indonesia memiliki posisi yang disegani di kancah global. Ia menyebut fakta sejarah bahwa Indonesia sangat dihormati dalam Gerakan Non-Blok dan bahkan dijuluki sebagai “Macan Asia”.

“Waktu itu Indonesia bukan negara yang dipandang remeh,” tegasnya.

Anggota DPRD Jatim dari Dapil Jombang-Mojokerto itu juga menyoroti pencapaian monumental di era Orde Baru, khususnya keberhasilan program swasembada pangan.

“Harga pangan stabil dan terjangkau. Pemerataan programnya berhasil sampai ke masyarakat bawah. Itu pencapaian besar,” kata Sumardi, menyoroti dampak langsung program tersebut bagi masyarakat.

“Terlepas dari kritik, jasa beliau terhadap bangsa ini sangat luar biasa,” imbuhnya.

Dari sisi ideologis, Sumardi menilai penanaman nilai-nilai Pancasila di era Soeharto, seperti melalui program P4 yang masif, berhasil membentuk karakter dan dipahami secara merata oleh masyarakat.

Menurutnya warisan ideologis ini masih sangat relevan untuk diteladani generasi muda saat ini, terutama sebagai benteng etika dan identitas bangsa di tengah derasnya arus informasi era digital.

“Informasi datang cepat dan budaya luar bisa masuk tanpa filter. Karena itu nilai Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa tetap penting,” ujarnya.

Sumardi menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa nilai-nilai positif yang diajarkan Soeharto layak dijadikan teladan.

“Selama Pancasila menjadi pilar bangsa, warisan baik Pak Harto tetap relevan sebagai rujukan bagi generasi hari ini,” pungkasnya.

Leave a reply