PKB Jatim Apresiasi Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional untuk Gus Dur dan Syaikhona Kholil

Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Jawa Timur, Ubaidillah (Gus Ubaid)
SURABAYA | BERITA ADIKARA – Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Jawa Timur, Ubaidillah (Gus Ubaid), menyambut gembira dan mengapresiasi penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada dua tokoh besar asal Jawa Timur, yakni K.H. Syaikhona Kholil Gantalan (Bangkalan) dan K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Menurut Gus Ubaid, yang juga merupakan anggota DPRD Jatim dari Dapil 4, kedua ulama terkemuka tersebut memang sangat pantas dan layak untuk dijadikan Pahlawan Nasional.
“Tentunya saya sangat gembira sekali bahwa hari ini ada tokoh Jawa Timur yang disahkan sebagai Pahlawan Nasional. Keduanya memang pantas dan layak,” ujar Gus Ubaid.
“Kalau dilihat dari sisi integritas, dari sisi keteladanan, dan lain sebagainya, beliau-beliau ini memang memenuhi kriteria untuk bisa dijadikan sebagai Pahlawan Nasional,” tambahnya.

Sebagai kader PKB, Gus Ubaid menyatakan apresiasi mendalam terhadap kebijakan yang diambil oleh Presiden Prabowo Subianto, khususnya terkait penetapan Gus Dur.
“Sebagai kader Partai Kebangkitan Bangsa, kami sangat senang dan sangat mengapresiasi kebijakan yang diambil oleh Presiden Prabowo dengan memasukkan K.H. Abdurrahman Wahid terutama sebagai Pahlawan Nasional,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa dari berbagai aspek, Gus Dur telah memenuhi syarat sebagai pahlawan, terutama perannya dalam memberikan perlindungan kepada kaum minoritas di Indonesia.
Selain itu, Gus Ubaid secara khusus menyoroti jasa Gus Dur dalam memperjuangkan kebebasan pers dan media. Ia menyebut Gus Dur, baik sebagai aktivis, Ketua PBNU, maupun Presiden, selalu memberikan ruang terbuka bagi wartawan dan tidak pernah memberedel media.
“Gus Dur memberikan ruang yang cukup besar kepada media atau wartawan. Beliau memberikan keterbukaan dan tidak pernah memberedel media manapun,” jelas Gus Ubaid.
“Beliau menghargai media sebagai bagian dari demokrasi dan sebagai kontrol terhadap pemerintahan. Karena itu, layak kalau Gus Dur juga diberikan julukan sebagai bapak atau guru bangsa yang juga menghargai dan memberikan kebebasan terhadap media,” lanjutnya.
Menutup pernyataannya, Gus Ubaid berharap ke depan akan ada tokoh-tokoh besar lain yang juga diakui jasanya oleh negara, seperti K.H. Bisri Syamsuri.










