Tak Libatkan Warga Lokal, Yayasan Pengelola MBG di Pagerwojo Diminta Dievaluasi

0
107
https://beritaadikara.com/tak-libatkan-war…minta-dievaluasi/

SIDOARJO | BERITA ADIKARA– dr. Benjamin mendesak dilakukannya evaluasi terhadap yayasan pengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pagerwojo, Sidoarjo. Desakan ini muncul menyusul laporan bahwa yayasan tersebut tidak melibatkan warga lokal dalam pelaksanaannya.

Menurut dr. Benjamin, tindakan tersebut dinilai jelas menyalahi petunjuk teknis (juklis) program yang telah ditetapkan.

“Sesuai aturan dari MBG, mengenai masyarakat tempat sudah ada juklisnya bahwa mereka itu harus terlibat,” tegas dr. Benjamin.

Ia menjelaskan bahwa aturan tersebut tidak hanya sekadar imbauan, tetapi memuat standar minimal yang harus dipenuhi.

“Ada aturannya minimal 30% warga lokal, disarankan juga ditambah orang-orang yang tidak mampu, supaya dilibatkan,” ujarnya.

dr. Benjamin mengingatkan kembali bahwa program yang diinisiasi oleh Pak Prabowo ini memiliki dua tujuan utama.

Selain berfokus pada pemenuhan gizi anak-anak, program ini juga dirancang untuk memberi dampak ekonomi langsung kepada masyarakat di tingkat desa.

“Selain untuk memberikan makanan bergizi pada anak-anak, juga memberikan peluang kepada ibu-ibu untuk ikut terlibat.”

Dengan adanya temuan di Pagerwojo, ia secara tegas mengimbau kepada semua pengelola MBG atau Dapur SPG di manapun untuk memprioritaskan tenaga kerja dari wilayah setempat.

“Janganlah kalian memasukkan orang-orang yang bukan dari tempat wilayah tersebut,” imbaunya.

Ia menegaskan bahwa ketidakpatuhan terhadap juklis tersebut merupakan pelanggaran aturan yang serius.

“Pada yayasan itu, bahwa kalau tidak mau melibatkan warga itu, itu menyalahi aturan,” pungkasnya.

Leave a reply