Gelar Reses di Karangrejo, M.H. Rofiq Serap Aspirasi Petani Terkait Infrastruktur JUT dan Drainase

0
82
https://beritaadikara.com/gelar-reses-di-k…jut-dan-drainase/

GRESIK |BERITA ADIKARA  – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dari Fraksi Gerindra, M.H. Rofiq, kembali turun ke lapangan untuk menyerap aspirasi masyarakat (reses). Dalam kunjungannya kali ini, Rofiq menerima sejumlah keluhan dan masukan dari warga, khususnya terkait infrastruktur pertanian di Desa Karangrejo.

Salah satu isu sentral yang disuarakan oleh warga adalah kondisi Jalan Usaha Tani (JUT) dan sistem drainase yang dinilai krusial untuk menunjang produktivitas pertanian. Warga berharap adanya perbaikan dan penyelesaian pembangunan infrastruktur tersebut guna memudahkan akses dan pengairan lahan.

Menanggapi aspirasi tersebut, M.H. Rofiq menegaskan komitmennya untuk mengawal kebutuhan para petani. Ia mengakui bahwa masih terdapat ruas JUT yang pengerjaannya belum tuntas atau terputus.

“Memang ada keluhan terkait JUT yang belum tuntas atau putus-putus. Ini bukan karena faktor lain, tetapi memang membutuhkan proses penyelesaian secara bertahap.

Nanti kita akan berkoordinasi dengan teman-teman perangkat Desa Karangkejola untuk merencanakan secara utuh, mana prioritas yang bisa kita bantu segera,” ujar Rofiq di sela-sela kegiatan reses.

Terkait kekhawatiran warga mengenai sistem drainase di tengah cuaca yang tidak menentu, Rofiq menjelaskan bahwa karakteristik wilayah tersebut dinilai masih cukup aman. ,

Menurutnya aliran air secara alami dapat terbuang ke sisi kanan dan kiri jalan kampung, sehingga risiko genangan dapat diminimalisir meski tanpa konstruksi drainase yang masif pada titik-titik tertentu.

“Untuk drainase, di daerah seperti ini relatif aman karena rata-rata pembuangan air langsung ke kanan-kiri jalan. Namun, aspirasi ini tetap menjadi catatan penting bagi kami,” tambahnya.

Selain isu infrastruktur fisik, Rofiq juga menyoroti realisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah-sekolah yang menjadi perhatian warga. Ia menjelaskan bahwa program tersebut saat ini masih dalam tahap proses dan persiapan, mengingat adanya mekanisme pencairan anggaran dan kesiapan teknis yang harus dipenuhi sebelum program dapat menyentuh seluruh sekolah.

“Semua ada prosesnya. Dukungan bangunan fisik dan alat-alat penunjang mungkin sudah ada, namun jika anggaran belum turun, tentu belum bisa dieksekusi. Kita harap dalam waktu dekat kendala-kendala teknis ini dapat teratasi,” jelas Rofiq.

Di akhir keterangannya, Rofiq juga mencatat adanya permintaan warga terkait bantuan kebutuhan pokok. Ia memastikan seluruh aspirasi yang masuk akan ditampung dan diperjuangkan dalam rapat fraksi maupun koordinasi dengan pemerintah daerah agar solusi konkret dapat segera dirasakan oleh masyarakat, khususnya di Desa Karangrejo.

Leave a reply