Gempa M 7,6 Guncang Jepang, Lebih dari 90 Ribu Warga Dievakuasi

0
87
https://beritaadikara.com/gempa-m-76-guncang-jepang-lebih-dari-90-ribu-warga-dievakuasi/

Jepang | Berita Adikara Jepang kembali diguncang bencana besar setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,6 menggoyang wilayah pesisir pada Selasa pagi. Guncangan kuat yang terjadi sekitar pukul 08.30 waktu setempat itu memicu peringatan tsunami, kerusakan parah pada infrastruktur, hingga evakuasi besar-besaran yang melibatkan puluhan ribu warga di sejumlah prefektur.

Badan Meteorologi Jepang (JMA) melaporkan bahwa pusat gempa berada di kedalaman dangkal di lepas pantai barat Honshu. Karakter getaran yang panjang dan intens menyebabkan banyak penduduk panik dan segera berlarian keluar dari rumah maupun perkantoran. Dalam beberapa rekaman yang beredar, furnitur tampak berjatuhan, kaca bangunan pecah, dan sejumlah jalan mengalami retak besar.

Tak lama setelah guncangan pertama, JMA mengeluarkan peringatan tsunami setinggi satu meter di beberapa wilayah pesisir. Walau gelombang yang tiba kemudian terpantau relatif kecil, pemerintah daerah tetap menginstruksikan evakuasi untuk mencegah risiko tambahan dari potensi gempa susulan yang biasanya menyusul gempa besar.

Pemerintah Jepang mengonfirmasi bahwa lebih dari 90.000 warga telah dipindahkan ke tempat aman, termasuk ke fasilitas evakuasi sementara seperti pusat komunitas, sekolah, dan gedung olahraga. Proses evakuasi berlangsung tertib, meski beberapa lokasi dilaporkan kekurangan selimut, makanan, serta kebutuhan dasar lain akibat tingginya jumlah warga yang mengungsi.

Beberapa kota di prefektur Ishikawa dan Niigata mengalami pemadaman listrik cukup luas setelah gempa merusak jaringan kabel tegangan tinggi. Perusahaan listrik setempat masih terus melakukan perbaikan, namun memperingatkan bahwa pemulihan penuh bisa memakan waktu lebih lama karena beberapa titik akses tertutup reruntuhan bangunan.

Transportasi publik juga terdampak cukup signifikan. Layanan Shinkansen di jalur Hokuriku sempat dihentikan total untuk pemeriksaan keselamatan, sementara sejumlah perjalanan kereta lokal dan bus dihentikan hingga situasi kembali stabil. Bandara regional di wilayah terdampak juga menunda beberapa penerbangan demi memastikan tidak ada kerusakan pada runway.

Perdana Menteri Jepang menyampaikan bahwa pemerintah pusat telah menginstruksikan pembentukan satuan tanggap darurat nasional. Ribuan personel dari Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF) diterjunkan untuk membantu pencarian korban, pemulihan akses jalan, serta distribusi logistik bagi para pengungsi.

Hingga laporan ini ditulis, otoritas setempat masih menghimpun data mengenai korban jiwa dan luka-luka. Beberapa rumah dilaporkan roboh, dan sejumlah warga masih dinyatakan hilang di daerah yang mengalami longsor akibat guncangan. Pemerintah daerah meminta warga berhati-hati karena risiko reruntuhan lanjutan dan gempa susulan masih sangat tinggi.

Sementara itu, para ahli seismologi menjelaskan bahwa wilayah Jepang memang berada di zona pertemuan empat lempeng tektonik aktif, sehingga gempa kuat berpotensi terjadi kapan saja. Mereka mengingatkan bahwa struktur bangunan lama dan wilayah perbukitan menjadi titik yang paling rentan terhadap kerusakan.

Masyarakat internasional mulai menyampaikan dukungan, sementara beberapa negara tetangga menawarkan bantuan teknis jika diperlukan. Pemerintah Jepang mengatakan akan mengevaluasi tawaran tersebut setelah data kerusakan dan kebutuhan logistik selesai dipetakan.

Hingga kini, suasana di pusat-pusat evakuasi masih dipenuhi ketidakpastian, namun warga berusaha tetap tenang. Para relawan dan petugas kesehatan bekerja sepanjang waktu untuk memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi.

Leave a reply