Wali Kota Minneapolis Kecam ICE Usai Penembakan Warga Sipil: “Keluar dari Kota Ini”

0
95
https://beritaadikara.com/wali-kota-minneapolis-kecam-ice-usai-penembakan-warga-sipil-keluar-dari-kota-ini/

Minneapolis | berita Adikara Minneapolis kembali menjadi sorotan nasional setelah insiden penembakan yang menewaskan seorang warga sipil dalam operasi penegakan imigrasi oleh U.S. Immigration and Customs Enforcement (ICE). Peristiwa tersebut tidak hanya memicu duka mendalam di tengah masyarakat, tetapi juga menimbulkan reaksi keras dari Wali Kota Minneapolis, Jacob Frey, yang secara terbuka mengecam tindakan aparat federal dan menuntut agar ICE segera menghentikan aktivitasnya di kota tersebut.

Insiden ini terjadi di tengah operasi penegakan imigrasi berskala besar yang digelar pemerintah federal di wilayah Minnesota. Seorang perempuan berusia 37 tahun dilaporkan tewas setelah ditembak oleh agen ICE dalam sebuah situasi yang hingga kini masih menjadi bahan perdebatan. Pemerintah federal melalui Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) menyatakan bahwa penembakan tersebut dilakukan sebagai bentuk pembelaan diri. Namun, pernyataan itu justru memicu kontroversi dan ditolak mentah-mentah oleh pemerintah kota Minneapolis.

Dalam konferensi pers yang digelar tak lama setelah kejadian, Wali Kota Jacob Frey menyampaikan kemarahannya secara terbuka. Dengan nada tegas, ia menilai narasi yang dibangun oleh otoritas federal tidak sejalan dengan fakta di lapangan. Menurut Frey, rekaman video yang telah ia tinjau tidak menunjukkan adanya ancaman nyata yang membenarkan penggunaan kekuatan mematikan oleh agen ICE terhadap korban.

Frey bahkan menyebut penjelasan resmi pemerintah pusat sebagai upaya menyesatkan publik. Ia menegaskan bahwa korban bukanlah ancaman yang seharusnya berujung pada kematian, terlebih dalam konteks operasi penegakan hukum. Sikap ini menandai salah satu kritik paling keras yang pernah dilontarkan kepala daerah terhadap lembaga federal dalam beberapa tahun terakhir.

Lebih jauh, Frey secara eksplisit meminta agar ICE menarik seluruh personelnya dari Minneapolis. Menurutnya, kehadiran agen federal dalam operasi tersebut justru menciptakan rasa takut di tengah masyarakat, terutama di komunitas imigran yang selama ini telah hidup dalam ketidakpastian. Ia menilai operasi tersebut tidak hanya gagal menciptakan rasa aman, tetapi juga memperparah ketegangan sosial dan merusak hubungan antara warga dan aparat penegak hukum.

“Keselamatan warga kota harus menjadi prioritas utama,” ujar Frey. Ia menambahkan bahwa Minneapolis tidak membutuhkan pendekatan represif yang berujung pada korban jiwa. Bagi Frey, tragedi ini menjadi bukti bahwa metode penegakan imigrasi yang agresif justru membawa dampak buruk bagi stabilitas sosial dan kemanusiaan.

Pernyataan wali kota tersebut langsung memicu respons luas. Di satu sisi, kelompok pembela hak asasi manusia dan aktivis imigran menyatakan dukungan penuh terhadap sikap Frey. Mereka menilai insiden ini sebagai cerminan dari masalah struktural dalam kebijakan imigrasi Amerika Serikat, yang kerap mengedepankan penindakan keras tanpa mempertimbangkan dampak kemanusiaan.

Aksi protes pun meletus di sejumlah titik di Minneapolis. Ratusan warga turun ke jalan menuntut keadilan bagi korban dan mendesak dilakukannya penyelidikan independen terhadap penembakan tersebut. Para demonstran membawa poster dan spanduk yang mengecam kekerasan aparat serta menyerukan penghentian operasi ICE di wilayah perkotaan.

Di sisi lain, pemerintah federal tetap mempertahankan posisinya. DHS menyatakan bahwa agen yang terlibat dalam insiden tersebut menghadapi situasi berbahaya dan bertindak sesuai prosedur. Namun, pernyataan ini justru semakin memperlebar jurang perbedaan pandangan antara otoritas pusat dan pemerintah kota.

Konflik ini menyoroti kembali ketegangan lama antara pemerintah federal dan kota-kota yang selama ini dikenal memiliki kebijakan ramah imigran. Minneapolis termasuk salah satu kota yang secara konsisten menolak keterlibatan aparat lokal dalam penegakan hukum imigrasi federal. Oleh karena itu, insiden ini dipandang bukan sekadar kasus penembakan, melainkan simbol pertarungan kebijakan dan kewenangan.

Frey juga menekankan pentingnya investigasi yang transparan dan menyeluruh. Ia mendesak agar penyelidikan tidak hanya dilakukan oleh lembaga federal, tetapi juga melibatkan otoritas negara bagian dan pihak independen. Menurutnya, kepercayaan publik hanya bisa dipulihkan jika proses hukum berjalan terbuka dan akuntabel.

Tragedi ini diperkirakan akan memiliki dampak jangka panjang, baik secara politik maupun sosial. Di tingkat nasional, insiden tersebut kembali memicu perdebatan mengenai batas kewenangan ICE, penggunaan kekuatan oleh aparat federal, serta arah kebijakan imigrasi Amerika Serikat ke depan. Sementara itu, bagi Minneapolis, peristiwa ini menjadi luka baru yang mengingatkan akan pentingnya perlindungan warga sipil di tengah dinamika penegakan hukum.

Dengan sorotan publik yang terus meningkat, sikap keras Wali Kota Jacob Frey menunjukkan bahwa pemerintah kota tidak akan tinggal diam. Ia berjanji akan terus memperjuangkan keselamatan dan hak-hak warga Minneapolis, sekalipun harus berhadapan langsung dengan kebijakan pemerintah federal. Tragedi ini, bagi banyak pihak, menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kembali cara negara menjalankan penegakan hukum tanpa mengorbankan nyawa manusia.

Leave a reply