Sikapi Isu “Super Flu” H3N2, DPRD Jatim Minta Masyarakat Tidak Panik dan Prioritaskan PHBS

Wakil Ketua IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, Sri Wahyuni
SURABAYA | BERITA ADIKARA – Wakil Ketua IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, Sri Wahyuni, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing kepanikan berlebih menyusul merebaknya isu Super Flu atau Influenza A (H3N2) subclade K di wilayah Jawa Timur.
Legislator dari Fraksi Partai Demokrat ini menekankan bahwa respons publik terhadap isu kesehatan harus didasarkan pada rasionalitas dan data resmi otoritas kesehatan, bukan pada spekulasi atau informasi yang belum terverifikasi di media sosial.
“Sebagai wakil rakyat, saya mengajak masyarakat Jawa Timur untuk tetap waspada namun tidak panik. Setiap isu kesehatan harus disikapi secara rasional dan mengacu pada data resmi,” tegas Sri Wahyuni.
Berbekal pengalaman selama 22 tahun di bidang kesehatan, Sri Wahyuni menilai bahwa kunci utama menghadapi ancaman penyakit menular adalah kedisiplinan dalam tindakan pencegahan. Belajar dari pengalaman pandemi sebelumnya, ia menyarankan masyarakat untuk tidak mencari solusi yang rumit, melainkan kembali pada disiplin dasar kesehatan.
Perempuan yang akrab disapa Yuni ini membagikan beberapa langkah taktis yang dapat dilakukan masyarakat untuk memitigasi risiko penularan:
- Penerapan PHBS: Melakukan Pola Hidup Bersih dan Sehat secara konsisten.
- Menjaga Imunitas: Memastikan daya tahan tubuh tetap prima melalui asupan gizi dan istirahat cukup.
- Etika Batuk dan Bersin: Menerapkan etika yang benar saat batuk atau bersin di tempat umum.
- Penggunaan Masker: Membangun kesadaran diri untuk menggunakan masker apabila sedang merasa sakit atau bergejala.
“Penerapan PHBS, menjaga imunitas, etika batuk dan bersin, serta kesadaran memakai masker saat sakit terbukti efektif menekan potensi penularan,” pungkasnya.
Himbauan ini diharapkan dapat meredam keresahan di masyarakat sekaligus meningkatkan kewaspadaan kolektif dalam menjaga kesehatan lingkungan di Jawa Timur.










