Pencarian Korban Kecelakaan Pesawat ATR di Sulsel Terus Berlanjut, Medan Ekstrem Jadi Tantangan

0
69
https://beritaadikara.com/pencarian-korban-kecelakaan-pesawat-atr-di-sulsel-terus-berlanjut-medan-ekstrem-jadi-tantangan/

Sulsel | Berita Adikara Upaya pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di wilayah pegunungan Sulawesi Selatan terus dilakukan secara intensif oleh tim SAR gabungan. Hingga hari ketiga pascakejadian, tim penyelamat telah menemukan puing-puing utama pesawat serta satu jenazah korban, sementara penumpang dan kru lainnya masih dalam proses pencarian di medan yang dikenal ekstrem dan sulit dijangkau.

Pesawat jenis turboprop tersebut dilaporkan hilang kontak saat melakukan penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar. Di dalam pesawat terdapat 11 orang, terdiri atas kru penerbangan dan penumpang yang tengah menjalankan tugas dinas. Kontak terakhir dengan pengendali lalu lintas udara terjadi ketika pesawat melintas di wilayah pegunungan Kabupaten Maros, area yang dikenal memiliki kontur terjal dan kerap diselimuti cuaca buruk.

Setelah dinyatakan hilang kontak, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) segera mengerahkan operasi pencarian skala besar. Puluhan personel SAR gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, serta relawan lokal diterjunkan ke sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi jatuhnya pesawat. Pencarian tidak hanya dilakukan melalui jalur darat, tetapi juga menggunakan helikopter untuk menyisir area dari udara.

Titik terang mulai muncul ketika tim SAR berhasil menemukan serpihan pesawat di lereng Gunung Bulusaraung. Puing yang ditemukan meliputi bagian badan pesawat, kursi penumpang, jendela, serta potongan mesin. Temuan ini mengonfirmasi lokasi kecelakaan yang sebelumnya hanya diduga berdasarkan sinyal radar dan laporan visual warga setempat.

Tak lama setelah penemuan puing, tim SAR kembali menemukan satu jenazah korban di sebuah jurang dengan kedalaman ratusan meter dari titik utama reruntuhan. Proses evakuasi jenazah berlangsung dengan sangat hati-hati mengingat kondisi medan yang curam, licin, serta terbatasnya akses jalan. Hingga saat ini, identitas korban belum diumumkan secara resmi karena masih menunggu proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).

Operasi pencarian di lokasi kecelakaan menghadapi berbagai tantangan serius. Cuaca di kawasan pegunungan sering berubah secara tiba-tiba, dengan kabut tebal yang membatasi jarak pandang serta hujan yang membuat jalur pendakian semakin berbahaya. Medan yang didominasi jurang dan lereng terjal memaksa tim SAR menggunakan peralatan khusus, termasuk tali pengaman dan perlengkapan pendakian profesional.

Meski demikian, Basarnas menegaskan bahwa pencarian akan terus dilakukan secara maksimal. Area pencarian telah dibagi ke dalam beberapa sektor untuk mempercepat proses evakuasi dan memastikan tidak ada lokasi yang terlewat. Strategi pencarian dilakukan secara bertahap, dari titik puing utama hingga ke area lembah yang berpotensi menjadi tempat jatuhnya korban lainnya.

Pemerintah pusat juga memberikan perhatian penuh terhadap tragedi ini. Kementerian Perhubungan menyatakan telah berkoordinasi erat dengan seluruh instansi terkait untuk memastikan operasi SAR berjalan optimal. Selain itu, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah mulai mengumpulkan data awal guna menyelidiki penyebab kecelakaan, termasuk menelaah rekaman penerbangan, data cuaca, serta kondisi teknis pesawat sebelum insiden terjadi.

Menteri Perhubungan menegaskan bahwa keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama pemerintah. Ia menyampaikan bahwa hasil investigasi nantinya akan diumumkan secara transparan kepada publik, sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk mencegah terulangnya kecelakaan serupa di masa depan.

Sementara itu, suasana duka menyelimuti keluarga korban yang menanti kabar pasti dari pihak berwenang. Sejumlah keluarga telah menjalani proses pemeriksaan ante-mortem sebagai bagian dari prosedur identifikasi korban. Proses ini dilakukan untuk mencocokkan data medis dan identitas dengan temuan jenazah di lokasi kecelakaan.

Beberapa kerabat korban mengungkapkan harapan agar seluruh penumpang dapat segera ditemukan, sehingga proses pemakaman dan penutupan duka dapat dilakukan dengan layak. Dukungan psikologis juga disiapkan bagi keluarga korban untuk membantu mereka menghadapi situasi sulit ini.

Para pengamat penerbangan menilai bahwa kecelakaan di wilayah pegunungan seperti ini sering kali dipengaruhi oleh kombinasi faktor, mulai dari cuaca ekstrem hingga kondisi geografis yang menantang. Namun mereka mengingatkan bahwa kesimpulan akhir tetap harus menunggu hasil resmi investigasi dari otoritas yang berwenang.

Hingga kini, penyebab pasti jatuhnya pesawat ATR 42-500 tersebut masih menjadi tanda tanya. Tim SAR dan pemerintah menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah menemukan seluruh korban dan menyelesaikan proses evakuasi, sembari memastikan keselamatan seluruh personel yang bertugas di lapangan.

Tragedi ini kembali menjadi pengingat akan risiko besar dalam dunia penerbangan, terutama di wilayah dengan kondisi alam yang kompleks seperti Indonesia. Publik kini menanti perkembangan lanjutan dari operasi pencarian serta hasil investigasi resmi yang diharapkan dapat memberikan kejelasan atas peristiwa nahas tersebut.

Leave a reply