Kehadiran Perdana Prabowo di WEF Davos 2026 Tegaskan Arah Diplomasi Ekonomi Indonesia

0
73
https://beritaadikara.com/kehadiran-perdana-prabowo-di-wef-davos-2026-tegaskan-arah-diplomasi-ekonomi-indonesia/

Swiss | Berita Adikara — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mencatatkan kehadiran perdananya di panggung World Economic Forum (WEF) 2026 yang digelar di Davos, Swiss, sebagai kepala negara. Kehadiran ini menjadi penanda penting arah kebijakan luar negeri Indonesia di bawah pemerintahan baru, khususnya dalam memperkuat diplomasi ekonomi dan menarik kepercayaan dunia internasional di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian.

Presiden Prabowo tiba di Swiss setelah menjalani rangkaian kunjungan luar negeri di Eropa. Setibanya di Zurich, ia disambut oleh jajaran pejabat diplomatik Indonesia sebelum melanjutkan perjalanan menuju Davos, lokasi utama pertemuan elite global tersebut. WEF 2026 dihadiri ribuan peserta dari berbagai negara, termasuk kepala negara, pemimpin organisasi internasional, hingga pimpinan korporasi multinasional.

Forum tahunan ini menjadi ruang strategis bagi negara-negara untuk mempresentasikan arah kebijakan ekonomi, memperluas jejaring kerja sama, serta merespons tantangan global seperti perlambatan ekonomi, ketegangan geopolitik, krisis iklim, dan transformasi teknologi. Bagi Indonesia, partisipasi Prabowo dalam forum ini dimaknai sebagai upaya aktif menempatkan Indonesia dalam percakapan global mengenai masa depan ekonomi dunia.

Dalam salah satu sesi utama WEF, Presiden Prabowo menyampaikan pidato khusus yang menyoroti strategi pembangunan ekonomi Indonesia ke depan. Ia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menjalankan kebijakan ekonomi yang terukur, stabil, dan berorientasi jangka panjang. Prabowo menekankan pentingnya disiplin fiskal, kepastian hukum, serta iklim investasi yang kondusif sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyoroti posisi Indonesia sebagai negara dengan potensi besar, baik dari sisi demografi, sumber daya alam, maupun stabilitas politik. Ia menyampaikan bahwa Indonesia berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan, termasuk melalui penguatan sektor pangan, energi, dan industri berbasis nilai tambah.

Selain berbicara soal ekonomi domestik, Presiden Prabowo turut menegaskan bahwa stabilitas dan perdamaian merupakan prasyarat utama pembangunan. Ia menyampaikan bahwa Indonesia berkomitmen memainkan peran konstruktif dalam menjaga stabilitas regional dan global, serta mendorong kerja sama multilateral yang saling menguntungkan. Pesan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya konflik geopolitik dan fragmentasi ekonomi global.

Tak hanya menyampaikan pidato, kehadiran Prabowo di WEF juga dimanfaatkan untuk melakukan diplomasi ekonomi secara langsung. Presiden mengunjungi Paviliun Indonesia, yang menjadi etalase promosi potensi investasi nasional. Di paviliun tersebut, Indonesia menampilkan berbagai peluang kerja sama di sektor infrastruktur, energi terbarukan, pangan, ekonomi digital, serta hilirisasi industri.

Dalam kesempatan itu, Prabowo berdialog dengan investor global, pelaku usaha internasional, serta diaspora Indonesia yang hadir di Davos. Ia menekankan bahwa pemerintah membuka pintu selebar-lebarnya bagi investasi yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pertemuan-pertemuan informal tersebut menjadi bagian penting dari upaya membangun kepercayaan dan memperluas jejaring kerja sama strategis.

Presiden Prabowo juga memanfaatkan forum internasional tersebut untuk memperkenalkan agenda-agenda global yang akan digelar di Indonesia. Salah satunya adalah rencana penyelenggaraan pertemuan internasional terkait isu kelautan dan keberlanjutan lingkungan di Bali. Undangan tersebut disampaikan langsung kepada para pemimpin dunia sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi Indonesia sebagai tuan rumah dialog global.

Di bidang tata kelola sumber daya alam, Prabowo menyampaikan komitmen pemerintah dalam memberantas praktik ilegal yang merugikan negara. Ia menegaskan bahwa langkah tegas telah diambil untuk menutup aktivitas tambang ilegal dan memperbaiki sistem pengelolaan sumber daya alam agar lebih transparan dan berkeadilan. Pernyataan tersebut disampaikan untuk menunjukkan keseriusan Indonesia dalam memperbaiki tata kelola dan meningkatkan kepercayaan investor.

Kehadiran Presiden Prabowo di WEF Davos mendapat perhatian luas dari komunitas internasional maupun masyarakat Indonesia di luar negeri. Diaspora Indonesia menyambut positif partisipasi aktif kepala negara dalam forum global, dengan harapan langkah tersebut dapat mempercepat masuknya investasi berkualitas dan memperkuat posisi Indonesia dalam perekonomian dunia.

Secara keseluruhan, kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke World Economic Forum 2026 menegaskan orientasi awal pemerintahannya yang menempatkan diplomasi ekonomi sebagai prioritas. Di tengah ketidakpastian global, Indonesia berupaya tampil sebagai negara yang stabil, terbuka, dan siap bekerja sama dengan berbagai pihak demi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Forum Davos pun menjadi panggung awal bagi Prabowo untuk memperkenalkan wajah Indonesia di bawah kepemimpinannya — sebuah negara yang percaya diri, pragmatis, dan bertekad memainkan peran lebih besar dalam tatanan global.

Leave a reply