Kunjungi RS Buah Delima Sidoarjo, Wamenkes Dorong Percepatan Layanan BPJS dan Pemeriksaan Kehamilan 8 Kali

0
66
https://beritaadikara.com/kunjungi-rs-buah…kehamilan-8-kali/

SIDOARJO | BERITA ADIKARA – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja ke Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Buah Delima, Sidoarjo.

Dalam kunjungannya, Wamenkes menegaskan dukungan penuh pemerintah pusat terhadap peningkatan status rumah sakit tersebut menjadi Tipe D agar dapat kembali melayani pasien BPJS Kesehatan secara optimal.

Dukungan ini diberikan mengingat rekam jejak RSIA Buah Delima yang telah beroperasi lebih dari 26 tahun sejak berdiri tahun 1999. Rumah sakit ini dinilai memiliki peran strategis karena didukung langsung oleh Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Sidoarjo, yang kantor pusatnya berada satu kompleks dengan rumah sakit tersebut.

“Rumah sakit ini sudah berjasa menolong begitu banyak orang selama lebih dari 26 tahun. Maka tugas kami dari Kementerian Kesehatan adalah mendukung pelayanan bidan yang telah berjuang. Jika ada kekurangan terkait peraturan baru atau sistem BPJS, kami siap membantu agar rumah sakit ini bisa kembali melayani pasien BPJS selain pasien umum,” ujar Wamenkes dalam keterangannya.

Dalam kunjungan tersebut, Wamenkes juga mengapresiasi sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Ia menyoroti peran Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, dr. Benjamin Kristianto, yang turut memantau dan memperjuangkan dana hibah untuk renovasi gedung rumah sakit.

“Dari segi SDM sudah sangat mumpuni, banyak bidan senior dan dokter spesialis kandungan. Saat ini sedang dilakukan renovasi untuk ditingkatkan menjadi Rumah Sakit Tipe D sesuai standar pelayanan baru. Kami akan pastikan jika ada hambatan perizinan, pemerintah akan turun tangan membantu,” tegasnya.

Wamenkes menekankan bahwa pembenahan fasilitas kesehatan ini berkorelasi langsung dengan target nasional penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

Pemerintah menargetkan penurunan AKI dari 189 menjadi 77 per 100.000 penduduk, serta menekan angka kematian bayi di bawah 10 kasus.

Untuk mencapai target tersebut, Wamenkes mensosialisasikan kebijakan baru terkait standar pemeriksaan kehamilan atau Antenatal Care (ANC).

“Program negara sekarang menaikkan standar pemeriksaan kehamilan dari 6 kali menjadi 8 kali. Tujuannya agar deteksi dini lebih maksimal, terutama pada trimester ketiga (usia kehamilan 7-9 bulan) yang harus diperiksa 4 kali. Ini upaya mencegah bayi meninggal lahir atau komplikasi pada ibu,” jelasnya.

Selain layanan medis, Wamenkes juga menyinggung implementasi program prioritas Presiden Prabowo Subianto melalui Badan Gizi Nasional. Program ini menargetkan pemberian makan bergizi gratis kepada 82,9 juta penerima manfaat, mulai dari ibu hamil, balita, hingga anak sekolah.

“Hingga hari ini, sekitar 58,9 juta anak Indonesia, ibu hamil, dan balita sudah menerima manfaat gizi ini. Tujuannya jelas, membebaskan Indonesia dari stunting dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, yang secara otomatis akan menurunkan angka kematian,” pungkas Wamenkes.

Leave a reply