Hadapi Potensi Bencana, Mukitri Komisi E DPRD Jatim Tekankan Pentingnya Alokasi Anggaran dan Deteksi Dini

0
48
https://beritaadikara.com/hadapi-potensi-b…dan-deteksi-dini/

SURABAYA | BERITA ADIKARA– Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur, Mukitri, menyoroti pentingnya peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di wilayah Jawa Timur.

Dalam kemitraannya bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, Mukitri menekankan perlunya sinergi antara kesadaran masyarakat dan kebijakan anggaran pemerintah.

Dalam keterangannya, Mukitri mengimbau seluruh masyarakat, khususnya yang bermukim di kawasan rawan bencana, untuk senantiasa berhati-hati.

“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat di kawasan rawan bencana untuk berhati-hati dan selalu waspada. Meskipun bencana adalah takdir Tuhan yang tidak bisa diprediksi kapan datangnya, ikhtiar untuk waspada adalah kewajiban kita bersama,” ujar Mukitri.

Lebih lanjut, politisi Komisi E ini mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta Pemerintah Kabupaten/Kota yang masuk dalam kategori rawan bencana untuk lebih tanggap.

Iamenyoroti pentingnya pos anggaran penanggulangan bencana dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Menurutnya, seberapapun kemampuan keuangan daerah, alokasi anggaran bencana harus tetap tersedia secara proporsional.

“Pemerintah harus tanggap. Baik dalam APBD Provinsi maupun Kabupaten/Kota, anggaran harus tetap ada meski dengan kekuatan minimal. Anggaran ini vital untuk tiga fase: pencegahan (pra-bencana), penanganan saat terjadi bencana (tanggap darurat), dan pasca-bencana,” tegasnya.

Selain logistik dan bantuan fisik, Mukitri juga menggarisbawahi urgensi sosialisasi dan deteksi dini yang dimulai dari lingkup terkecil. Ia mendorong penguatan program edukasi kebencanaan di berbagai institusi pendidikan dan komunitas.

“Deteksi dini dan sosialisasi harus dipersiapkan dengan matang. Kita harus mulai dari yang terkecil, seperti program Sekolah Siap Siaga Bencana, sosialisasi di Pondok Pesantren, hingga penguatan Desa Tangguh Bencana (Destana),” pungkas Mukitri.

Leave a reply