Wali Kota Eri Cahyadi Instruksikan Evaluasi Total Beasiswa Pemuda Tangguh Usai Temuan Penerima Bergaji Rp 20 Juta

0
26
https://beritaadikara.com/wali-kota-eri-ca…rgaji-rp-20-juta/

SURABAYA | BERITA ADIKARA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengambil langkah tegas dengan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penerima program Beasiswa Pemuda Tangguh tahun 2026.

Instruksiini dikeluarkan langsung oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, setelah ditemukannya indikasi ketidaktepatan sasaran penyaluran bantuan, di mana sejumlah penerima diketahui berasal dari keluarga dengan kemampuan ekonomi tinggi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Heri Purwadi, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil verifikasi lapangan, ditemukan fakta mengejutkan mengenai profil ekonomi keluarga penerima beasiswa.

“Ketika Bapak Wali Kota mendapatkan laporan dari warga, beliau langsung melakukan pengecekan agar bantuan tepat sasaran. Ternyata benar, setelah dicek, gaji orang tua yang dimasukkan banyak yang berada di atas Rp 15 juta hingga Rp 20 juta per bulan,” ungkap Heri di Surabaya, Jumat (23/1/2026).

Data evaluasi Pemkot Surabaya menunjukkan bahwa sekitar 70 persen penerima manfaat saat ini disinyalir bukan berasal dari kategori keluarga miskin (gamis) maupun pra-miskin.

Mayoritaspenerima yang dinilai tidak tepat sasaran tersebut berasal dari jalur seleksi mandiri perguruan tinggi.

Heri menjelaskan bahwa masuknya mahasiswa dari jalur mandiri menjadi indikator awal kemampuan finansial, mengingat jalur tersebut umumnya membebankan uang gedung kepada mahasiswa.

Halini dinilai bertentangan dengan filosofi program Beasiswa Pemuda Tangguh yang diprioritaskan untuk warga tidak mampu.

“Bapak Wali Kota menegaskan bahwa bantuan pendidikan tidak boleh bersifat kapitalis.

Bantuan ini seharusnya tidak dinikmati oleh segelintir orang yang mampu, melainkan harus diprioritaskan untuk masyarakat yang benar-benar membutuhkan sesuai amanat UUD 1945, bahwa fakir miskin dipelihara oleh negara,” tegas Heri.

Menindaklanjuti temuan tersebut, Pemkot Surabaya akan menghentikan penyaluran beasiswa bagi penerima yang terbukti mampu secara ekonomi.

Anggaran tersebut selanjutnya akan dialihkan untuk memperluas jangkauan bantuan bagi mahasiswa dari keluarga miskin dan pra-miskin yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Desil 1 hingga 5.

Sebagai informasi, dalam program Beasiswa Pemuda Tangguh, Pemkot Surabaya memberikan bantuan biaya pendidikan maksimal Rp 2.500.000 per semester dan uang saku sebesar Rp 300.000 per bulan.

Pemkot memastikan komitmennya untuk tetap menanggung biaya uang gedung dan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa yang benar-benar berasal dari keluarga tidak mampu melalui koordinasi dengan perguruan tinggi terkait.

Leave a reply