Mahasiswa Turun ke Depan DPR Hari Ini Tuntut Keadilan atas Kematian Siswa MTs di Tual, Maluku

0
29
https://beritaadikara.com/mahasiswa-turun-ke-depan-dpr-hari-ini-tuntut-keadilan-atas-kematian-siswa-mts-di-tual-maluku/

Jakarta | Berita Adikara — Gelombang solidaritas terhadap kasus kematian seorang siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) berusia 14 tahun di Tual, Maluku, terus meluas. Hari ini, ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia di Senayan, Jakarta. Mereka menuntut keadilan atas meninggalnya pelajar tersebut yang diduga menjadi korban penganiayaan oleh oknum aparat.

Sejak siang hari, massa aksi mulai memadati kawasan sekitar kompleks parlemen dengan membawa spanduk, poster, dan pengeras suara. Dalam orasi-orasi yang disampaikan secara bergantian, mahasiswa menegaskan bahwa kasus ini bukan sekadar persoalan individu, melainkan menyangkut persoalan struktural dalam tubuh aparat penegak hukum.

Para demonstran menyuarakan tuntutan agar proses hukum terhadap oknum yang diduga terlibat dilakukan secara terbuka, adil, dan tanpa intervensi. Mereka menolak segala bentuk impunitas serta meminta agar aparat yang terbukti bersalah dijatuhi hukuman maksimal sesuai ketentuan perundang-undangan.

Koordinator aksi dalam pernyataannya menyampaikan bahwa kematian seorang anak di bawah umur akibat dugaan kekerasan aparat merupakan peristiwa yang tidak dapat ditoleransi. “Negara memiliki kewajiban melindungi setiap warganya, apalagi anak-anak. Ketika justru aparat yang diduga menjadi pelaku, maka pengawasan dan reformasi harus dilakukan secara menyeluruh,” ujarnya di hadapan massa.

Selain menuntut keadilan bagi korban, mahasiswa juga mendesak DPR untuk menggunakan fungsi pengawasan secara maksimal. Mereka meminta agar lembaga legislatif memanggil pihak-pihak terkait untuk dimintai pertanggungjawaban dan memastikan proses hukum berjalan transparan. DPR dinilai memiliki peran penting dalam mendorong pembenahan institusi kepolisian agar kasus serupa tidak terulang.

Aksi ini merupakan bagian dari rangkaian protes yang telah berlangsung di sejumlah daerah. Sebelumnya, mahasiswa dan masyarakat sipil di beberapa kota juga menggelar unjuk rasa sebagai bentuk solidaritas terhadap keluarga korban. Di Tual sendiri, masyarakat setempat disebut masih diliputi suasana duka dan kekecewaan mendalam atas insiden yang menimpa pelajar tersebut.

Dalam aksi di Jakarta, mahasiswa juga menyerukan reformasi internal kepolisian, terutama terkait prosedur penggunaan kekuatan dan mekanisme pengawasan terhadap anggota di lapangan. Mereka menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap pola penindakan aparat agar lebih menjunjung tinggi prinsip hak asasi manusia.

Sejumlah peserta aksi membawa poster bertuliskan “Keadilan untuk Anak Tual” dan “Stop Kekerasan Aparat terhadap Warga Sipil”. Seruan tersebut menggema di sepanjang pagar gedung DPR. Aparat keamanan terlihat berjaga di sekitar lokasi untuk memastikan aksi berlangsung tertib. Hingga sore hari, demonstrasi berjalan relatif kondusif meski sempat diwarnai ketegangan kecil saat massa mencoba mendekati gerbang utama.

Di tengah aksi, perwakilan mahasiswa menyatakan keinginan untuk bertemu dengan anggota DPR guna menyampaikan tuntutan secara langsung. Mereka berharap ada pernyataan resmi dari wakil rakyat terkait langkah konkret yang akan diambil dalam merespons kasus ini.

Sementara itu, pihak kepolisian sebelumnya telah menyampaikan bahwa proses hukum terhadap oknum yang diduga terlibat sedang berjalan. Namun mahasiswa menilai komitmen tersebut harus dibuktikan melalui transparansi dan akuntabilitas yang nyata, bukan sekadar pernyataan di ruang publik.

Pengamat hukum pidana yang dihubungi terpisah menyebutkan bahwa kasus ini menjadi ujian serius bagi kredibilitas penegakan hukum di Indonesia. Menurutnya, jika proses hukum dilakukan secara profesional dan terbuka, maka kepercayaan publik dapat dipulihkan. Sebaliknya, jika ada kesan perlindungan terhadap pelaku, maka ketidakpercayaan masyarakat terhadap institusi negara akan semakin dalam.

Aksi mahasiswa di depan DPR hari ini mencerminkan kepedulian generasi muda terhadap isu keadilan dan perlindungan hak anak. Mereka menegaskan bahwa perjuangan ini tidak akan berhenti sampai ada kepastian hukum yang jelas dan transparan.

Menjelang akhir aksi, massa kembali mengingatkan bahwa peristiwa tragis ini harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan aparat. Mereka berharap negara benar-benar hadir untuk memastikan keselamatan setiap warga, tanpa terkecuali.

Kasus kematian siswa MTs di Tual kini menjadi perhatian luas masyarakat nasional. Publik menantikan langkah tegas dari aparat penegak hukum serta respons konkret dari DPR. Di tengah sorotan tersebut, suara mahasiswa hari ini menjadi pengingat bahwa tuntutan keadilan akan terus digaungkan hingga ada kepastian dan pertanggungjawaban yang nyata.

Leave a reply