Apresiasi Keberhasilan Tahan Lonjakan Harga BBM, Anggota DPRD Jatim Puji Kinerja Bahlil dan Presiden

0
21

SURABAYA | BERITA ADIKARA— Di tengah ketidakpastian situasi global yang kerap memicu lonjakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), kemampuan Pemerintah Indonesia dalam mengendalikan stabilitas energi nasional mendapat apresiasi positif dari berbagai pihak.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Sumardi, S.H., M.H., secara khusus memuji kinerja kementerian terkait atas kebijakan strategis tersebut.

Menurut Sumardi, keberhasilan pemerintah dalam menahan laju kenaikan harga BBM merupakan langkah fundamental yang sangat krusial, mengingat dampaknya yang berantai terhadap sektor ekonomi kerakyatan.

“Ini menjadi persoalan yang sangat mendasar. Kita tahu bahwa jika sampai terjadi kenaikan harga BBM, maka imbasnya akan langsung terasa dan menyambar pada lonjakan harga kebutuhan pokok masyarakat lainnya.

Sementara Indonesia saat ini masih bisa mengendalikan itu semua,” ujar Sumardi dalam keterangannya.

Lebih lanjut, legislator Jawa Timur ini menyoroti peran strategis Menteri Bahlil dalam menjaga stabilitas nasional. Ia menilai, kebijakan yang diambil menunjukkan kepekaan yang tinggi terhadap kondisi sosial ekonomi di lapangan.

“Kemampuan Pak Bahlil dalam membaca berbagai macam situasi, termasuk kepekaan terhadap perasaan dan kebutuhan masyarakat, patut diacungi jempol. Beliau bisa mengukur ekspektasi publik sekaligus menyesuaikannya dengan kemampuan finansial negara,” jelas pakar hukum sekaligus politisi tersebut.

Sumardi juga meyakini bahwa keputusan untuk tidak menaikkan harga BBM di tengah tekanan global bukanlah langkah instan, melainkan hasil dari perhitungan makro yang cermat serta sinergi lintas sektoral.

“Ini kan pasti sudah melalui banyak perhitungan yang begitu matang dengan melibatkan kementerian lain untuk melakukan koordinasi sebelum akhirnya diputuskan. Ini adalah sebuah capaian luar biasa yang perlu diberikan apresiasi tinggi, baik kepada kementerian terkait maupun kepada Presiden,” pungkasnya.

Leave a reply