Soroti Tren Kasus HIV dan Masalah Kesehatan Daerah, Anggota DPRD Jatim Dr. Rasiyo Tekankan Pentingnya Pendidikan Akhlak

0
301

SURABAYA | Beritaadikara– Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Rasiyo, M.Si., menyoroti tingginya kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di kawasan aglomerasi yang menjadikan Surabaya sebagai pusat radius penyebarannya. Guna membentengi generasi muda dari ancaman tersebut, ia mendesak penguatan pendidikan akhlak dan agama di berbagai jenjang pendidikan.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

“Surabaya ini memiliki radius pengaruh yang sangat besar terhadap kasus HIV. Makanya, pendidikan akhlak di sekolah harus terus ditingkatkan. Saat ini sudah ada lembaga-lembaga yang mengajarkan pendidikan agama dan akhlak yang bisa didekati dengan metode pengajaran Madrasah Diniyah (Madin),” ujar Dr. Rasiyo).

Mantan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim ini memaparkan, pendalaman agama melalui metode Madin sangat efektif. Bagi pelajar muslim, hal ini dapat diimplementasikan dengan penguatan literasi Al-Qur’an, seperti menghafal Juz 30.

“Sehingga anak-anak itu pemahaman agamanya bagus. Artinya, pembinaan rohaninya berjalan maksimal dan ketakwaannya menjadi baik. Insya Allah, perilaku mereka juga akan menjadi baik dan terhindar dari pergaulan bebas,” tegasnya.

Di sisi lain, persoalan kesehatan di wilayah sekitar Surabaya seperti Kabupaten Sidoarjo ternyata tidak hanya sebatas HIV. Daerah tersebut saat ini juga tengah dihadapkan pada tren lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Tuberkulosis (TBC).

Merespons hal tersebut, Rasiyo menilai bahwa menjaga kesehatan lingkungan dan perilaku hidup bersih juga merupakan manifestasi dari akhlak yang baik. Oleh karena itu, ia menitikberatkan pada pentingnya peran serta keluarga, khususnya orang tua.

“Pengawasan dari orang tua atau wali murid itu sangat luar biasa penting. Kalau orang tuanya tidak peduli, ya bagaimana anak mau terawasi dengan baik?” imbuh Rasiyo.

Ancaman Digital dan Pengaruh LGBT

Lebih lanjut, Dr. Rasiyo juga memperingatkan tentang derasnya arus informasi di era digital, yang turut menyumbang kerentanan pada remaja. Akses tanpa batas pada platform mesin pencari maupun media sosial dinilai kerap membawa pengaruh negatif jika tidak dibarengi dengan literasi digital yang memadai, termasuk maraknya kembali isu Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT).

Menurutnya, pengesahan regulasi yang melarang penyimpangan seksual harus dibarengi dengan pengawasan ketat terhadap konsumsi gawai anak-anak.

“Pengaruh dari media sosial seperti TikTok atau mesin pencari itu sangat besar. TikTok itu sebenarnya manfaatnya ada, tapi kalau dibuka terus-menerus tanpa batas, ada banyak hal negatif yang beragam di sana,” ungkapnya.

Sebagai pelindung utama, Rasiyo kembali menegaskan bahwa penguatan fondasi mental dan spiritual adalah solusi jangka panjang terbaik untuk melindungi generasi penerus bangsa.

“Makanya, yang paling esensial adalah akhlak dan mentalnya. Kalau mental dan akhlaknya bagus, Insya Allah anak-anak kita akan mampu menjauhi hal-hal yang negatif,” pungkasnya.

Aldi Rismawan

Comments are closed.