Adam Rusydi Serap Aspirasi di Tulangan: Dorong Grand Design Penanganan Banjir hingga Integrasi Panen Petani

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Partai Golkar, Adam Rusydi, S.Pd.
SIDOARJO | BERITA ADIKARA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Partai Golkar, Adam Rusydi, S.Pd., menggelar jaring aspirasi masyarakat (reses) di Desa Grogol, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo.
Dalam pertemuan tersebut, Adam menyoroti dua isu krusial yang menjadi keluhan utama masyarakat, yakni penanganan banjir yang komprehensif dan kesejahteraan petani sayur.
Adam Rusydi menegaskan bahwa permasalahan banjir bukan hanya isu lokal, melainkan konteks masalah yang terjadi di banyak wilayah di Indonesia.
Ia menilai penanganan banjir yang berulang-ulang memerlukan solusi fundamental, bukan sekadar penambalan sementara.
“Kita mendorong pemerintah untuk segera membuat grand design pembangunan yang di dalamnya secara khusus memuat tata kelola penanganan banjir yang terintegrasi. ,Namun untuk jangka pendeknya, tentu kita akan lakukan normalisasi saluran air di wilayah terdampak,” ujar Adam di hadapan konstituen.
Selain isu infrastruktur, Adam juga memberikan perhatian khusus pada sektor pertanian, khususnya bagi para petani sayur di wilayah Tulangan.

Ia menangkap aspirasi mengenai minimnya subsidi yang menyasar petani hortikultura.
Sebagai solusi konkret, pihaknya berkomitmen memfasilitasi pengadaan bibit bagi para petani.
“Kami hadir di sini dalam rangka pengadaan bibit kepada petani sayur. Mengingat para petani ini masih minim mendapatkan subsidi, maka intervensi bantuan bibit menjadi prioritas kami,” jelasnya.
Terkait koordinasi lintas sektor, Adam menyebutkan bahwa pihaknya terus bersinergi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan rekan-rekan di DPR RI untuk memastikan aspirasi masyarakat Sidoarjo, baik terkait irigasi maupun penanganan banjir, dapat terlaksana dengan baik.

“Prinsipnya, aspirasi ini akan kami kawal, baik itu normalisasi untuk jangka pendek maupun grand design untuk jangka panjang, serta memastikan petani kita berdaya menyambut program pemerintah pusat,” pungkasnya.










