Aksi Unjuk Rasa Buruh PT Pakerin Di Depan Tunjungan Plaza Surabaya Lumpuhkan Lalu Lintas Hingga Sore

0
42
https://beritaadikara.com/aksi-unjuk-rasa-…ntas-hingga-sore/

SURABAYA | BERITA ADIKARA – Gelombang unjuk rasa yang dilakukan oleh ratusan massa buruh dari PT Pabrik Kertas Indonesia (Pakerin) di kawasan pusat perbelanjaan Tunjungan Plaza (TP), Surabaya, memicu kepadatan lalu lintas yang parah di pusat kota pada Rabu.

Konsentrasimassa yang memadati area depan Tunjungan Plaza 5 dan 6, Jalan Embong Malang, menyebabkan arus kendaraan lumpuh hingga sore hari.

Aksi ini ditujukan kepada Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang berkantor di Pakuwon Tower, kompleks Tunjungan Plaza.

Para buruh menuntut kejelasan terkait dana perusahaan yang tertahan di BPR Prima Master Bank-bank yang saat ini berada dalam status Bank Dalam Resolusi (BDR) di bawah penanganan LPS. Tertahannya dana tersebut diklaim berdampak langsung pada kesejahteraan pekerja PT Pakerin.

Dampak Lalu Lintas dan Respons Pengelola

Berdasarkan pantauan di lapangan, massa mulai memadati lokasi sejak siang hari, memaksa petugas kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas.

Daritotal lima lajur di Jalan Embong Malang, hanya dua lajur yang dapat digunakan oleh kendaraan, sehingga memicu efek bottleneck hingga ke Jalan Basuki Rahmat.

Pihak manajemen Pakuwon Jati Tbk, melalui kuasa hukumnya George Handiwiyanto, menyayangkan aksi yang mengganggu ketertiban umum tersebut. George menyatakan empati terhadap nasib buruh, namun menekankan agar penyampaian aspirasi tidak mengorbankan kenyamanan publik dan operasional mal.

“Kalau sering demo dan bikin macet, justru simpati masyarakat akan berkurang. Kami harap aspirasi disampaikan dengan bijak tanpa merugikan warga Surabaya,” ujar George.

Ketegangan mulai mereda sekitar pukul 16.45 WIB setelah perwakilan LPS bersedia menemui 55 orang perwakilan buruh untuk berdialog di Pakuwon Tower. Pasca pertemuan tersebut, massa berangsur membubarkan diri dan arus lalu lintas di kawasan Segitiga Emas Surabaya kembali normal menjelang malam hari.

 

Leave a reply