BRIDA Jatim Gelar Inotek Award 2025: Dorong Inovasi Daerah untuk Kesejahteraan Masyarakat

0
94
https://beritaadikara.com/brida-jatim-gelar-inotek-award-2025-dorong-inovasi-daerah-untuk-kesejahteraan-masyarakat/

Surabaya | berita Adikara — Upaya membangun budaya inovasi di tingkat daerah kembali ditegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui penyelenggaraan Inotek Award 2025, sebuah ajang penghargaan bergengsi yang digagas oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Jawa Timur. Acara yang berlangsung pada Kamis, 13 November 2025 di Hotel Mercure Surabaya Grand Mirama ini menjadi momentum penting bagi daerah-daerah di Jatim untuk menunjukkan kreativitas serta pembaruan dalam tata kelola pemerintahan, pemanfaatan teknologi, pengembangan sosial budaya, hingga sektor agribisnis dan energi terbarukan.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, hadir menyerahkan penghargaan secara langsung kepada para pemenang. Dalam sambutannya, Emil menegaskan bahwa inovasi yang lahir dari pemerintah daerah tidak boleh berhenti pada tahap pengakuan formal saja. Ia menekankan bahwa penghargaan bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang untuk memastikan bahwa program inovatif benar-benar menghasilkan perubahan nyata. “Inovasi tidak boleh berhenti sebagai simbol keberhasilan sesaat. Konsistensi, dampak, dan keberlanjutan harus menjadi ukuran utama keberhasilan,” ujarnya.

Inotek Award 2025 menghadirkan lima kategori utama yang mencerminkan beragam kebutuhan pembangunan di Jawa Timur, antara lain:

  1. Inovasi Pemerintah Daerah
  2. Inovasi Teknologi Berbasis Website dan Mobile
  3. Agribisnis & Energi Baru Terbarukan
  4. Sosial Budaya dan Kependudukan
  5. Kategori Milenial, kategori baru yang dirancang untuk merangkul ide-ide segar dari generasi muda.

Kepala BRIDA Jatim, Andriyanto, menegaskan bahwa penilaian dilakukan dengan pendekatan multidisiplin, melibatkan para akademisi, praktisi riset, dan pelaku industri. Setiap inovasi harus memenuhi kriteria seperti orisinalitas, potensi implementasi, ketepatan sasaran, serta efek jangka panjang terhadap masyarakat. Menurutnya, tantangan terbesar bukan lagi menghasilkan inovasi, tetapi memastikan inovasi itu tidak terhenti setelah dipamerkan. “Kami tidak ingin inovasi hanya dikoleksi sebagai bahan presentasi. Yang terpenting adalah manfaatnya bagi warga,” tegasnya.

Beberapa daerah di Jawa Timur menunjukkan performa luar biasa dalam ajang tahun ini. Kabupaten Sidoarjo menjadi salah satu sorotan setelah meraih tiga penghargaan sekaligus pada tahun sebelumnya, dan kembali masuk dalam deretan inovasi terbaik tahun ini. Program unggulan mereka seperti aplikasi SETIA (Sistem Riset dan Inovasi Daerah) menjadi contoh sukses digitalisasi riset di tingkat kabupaten. Selain itu, layanan kependudukan Duta Hatiku, yang responsif terhadap situasi darurat, serta media pembelajaran PANDAWA (Papan Dolanan Aksara Jawa) membuktikan bahwa inovasi tak selalu identik dengan teknologi canggih, tetapi juga kreativitas yang relevan dengan kearifan budaya lokal.

Tidak hanya Sidoarjo, Kabupaten Jember juga mencuri perhatian dengan beberapa inovasi yang berfokus pada pendidikan, layanan publik, dan pembangunan berkelanjutan. Sementara itu, Kabupaten Tuban berhasil masuk Top 15 kategori Agribisnis & Energi Baru Terbarukan lewat inovasi unik bertajuk Si Keling, sebuah upaya memanfaatkan limbah siwalan keling menjadi produk pangan berupa jenang siwalan. Inovasi ini tidak hanya mengangkat potensi lokal, tetapi juga menekan limbah pertanian yang selama ini tidak dimanfaatkan secara optimal.

Keberagaman inovasi ini menegaskan bahwa kreativitas daerah bisa lahir dari berbagai sumber daya lokal, baik yang bersifat teknologi digital, pengolahan pangan tradisional, hingga model pelayanan publik baru yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Ajang ini tidak hanya menjadi tempat pameran inovasi, tetapi juga sarana mempertemukan daerah, akademisi, serta lembaga riset dalam satu ekosistem yang saling mendukung. BRIDA Jatim berharap penghargaan ini dapat mendorong semangat kompetisi positif antar daerah untuk berkarya, berkolaborasi, dan menyelesaikan berbagai persoalan daerah secara kreatif.

Namun, sejumlah tantangan tetap perlu diperhatikan. Salah satunya adalah bagaimana menjaga kontinuitas inovasi di tengah pergantian kepemimpinan daerah dan dinamika anggaran. Emil Dardak bahkan menyinggung pentingnya pemimpin daerah memiliki kebesaran hati untuk melanjutkan program pendahulunya. “Keberlanjutan ide itu jauh lebih penting daripada pencitraan personal,” ucapnya.

Inotek Award 2025 kembali menegaskan bahwa inovasi adalah tulang punggung pembangunan modern. Melalui acara ini, Jatim menunjukkan bahwa daerah-daerahnya memiliki kapasitas besar untuk melahirkan solusi yang relevan, berkelanjutan, dan berdampak. Mulai dari layanan publik berbasis teknologi, pendidikan berbasis budaya lokal, hingga pengembangan komoditas unggulan, seluruh inovasi yang tampil menjadi gambaran tumbuhnya ekosistem riset dan kolaborasi di Jawa Timur.

Harapannya, semua inovasi yang meraih penghargaan tidak hanya berhenti sebagai pencapaian, tetapi berubah menjadi program nyata yang mengalir manfaatnya langsung ke masyarakat. Dengan komitmen BRIDA Jatim dan pemerintah daerah, inovasi diharapkan menjadi bagian integral pembangunan yang adaptif, inklusif, dan maju.

Leave a reply