Garap Dana Pokir DPRD Jatim, ITS Fokus Ciptakan Inovasi Ketahanan Energi dan Pangan di Kediri serta Jombang

Dosen Teknik Kimia Industri, Fakultas Vokasi ITS, Wahyutri Amalia Profitu.
SURABAYA | BERITA ADIKARA Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mendapat kepercayaan untuk mengeksekusi dua judul riset strategis yang didanai dari anggaran Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD Jawa Timur. Melalui Fakultas Vokasi, riset yang dijalankan oleh ITS ini difokuskan pada dua isu fundamental nasional: ketahanan energi dan ketahanan pangan.
Dosen Teknik Kimia Industri, Fakultas Vokasi ITS, Wahyutri Amalia Profitu, menjelaskan bahwa kedua riset tersebut dirancang untuk memberikan solusi konkret dengan memanfaatkan potensi lokal di daerah. Pada sektor ketahanan energi, ITS berinovasi mengolah limbah menjadi energi alternatif berupa bioetanol.
“Riset pertama terkait dengan ketahanan energi. Kita mengolah limbah menjadi energi alternatif berupa bioetanol, sejalan dengan program yang sedang digencarkan oleh Bapak Presiden dan Ibu Gubernur. Nantinya, lokasinya berada di Kabupaten Kediri dengan memanfaatkan limbah gula merah, yang sebelumnya tidak memiliki nilai jual, untuk diolah menjadi energi alternatif,” jelas Wahyutri.
Ia menambahkan bahwa inovasi bioetanol ini sangat relevan dengan tren Bahan Bakar Nabati (BBN) saat ini, salah satunya seperti produk BBM ramah lingkungan yang sudah mulai menggunakan campuran bioetanol 5 persen.
Sementara itu, untuk riset kedua, ITS membidik sektor ketahanan pangan dengan mengangkat potensi tanaman sorgum di Kabupaten Jombang. Wahyutri menyebut sorgum sebagai “tanaman masa depan” yang mampu menjadi substitusi ideal bagi gandum atau tepung terigu.
“Ketika terjadi gejolak global seperti perang, harga tepung terigu yang bergantung pada impor menjadi sangat mahal. Melalui riset ini, kita membuktikan bahwa kita tidak harus bergantung pada impor. Kita bisa menghasilkan tepung sendiri dari tanaman sorgum sebagai pengganti terigu. Riset untuk sorgum ini kita pusatkan di Kabupaten Jombang,” paparnya.
Terkait alokasi anggaran, pendanaan dari dana Pokir DPRD Jatim untuk masing-masing judul riset bervariasi, berkisar antara Rp200 juta hingga Rp250 juta. Secara keseluruhan, total anggaran untuk 10 riset Pokir yang dikoordinasikan bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Jawa Timur pada tahun anggaran ini mencapai sekitar Rp2 miliar.
Melalui dua riset ini, ITS berharap inovasi yang dilahirkan tidak hanya berhenti sebagai kajian akademis, tetapi mampu memberikan dampak ekonomi sirkular bagi masyarakat, sekaligus memperkuat kemandirian energi dan pangan di Jawa Timur.










