Institut Francais Indonesia (IFI) telah resmi meluncurkan program Bibliothèque Mobile (BiMo) di Taman Bungkul, Surabaya.

Tujuan utama BiMo adalah memupuk kecintaan terhadap membaca di tengah dominasi perangkat digital
SURABAYA| BERITA ADIKARA – Acara ini menandai kick-off dari inisiatif literasi yang bertujuan membangkitkan minat baca di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda yang semakin bergantung pada gadget.
Peluncuran tersebut berlangsung meriah di plaza taman ikonik Surabaya, menarik perhatian warga setempat dan menjadi langkah awal untuk memperluas akses buku secara mobile.
Acara peresmian dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Konselor Kerja Sama dan Kebudayaan Kedutaan Besar Prancis, Direktur IFI beserta timnya, perwakilan dari Penerbit Erlangga, serta pejabat dari Dinas Pendidikan Kota Surabaya.
Mereka bersama-sama meresmikan armada perpustakaan keliling yang disebut BIMO, yang dirancang untuk mendekatkan buku-buku berkualitas kepada anak-anak dan remaja.
Program ini merupakan kelanjutan dari upaya sebelumnya untuk mempromosikan literasi di era digital, dengan fokus pada konten yang menarik dan mudah diakses.
Tujuan utama BiMo adalah memupuk kecintaan terhadap membaca di tengah dominasi perangkat digital, dengan menyediakan koleksi buku yang beragam dan aktivitas interaktif.

Inisiatif ini diharapkan dapat mengatasi penurunan minat baca akibat pengaruh media sosial dan gadget, khususnya di kalangan anak muda yang lebih sering menghabiskan waktu di layar ponsel.
Melalui perpustakaan mobile ini, IFI dan Erlangga ingin menciptakan pengalaman membaca yang menyenangkan dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Program BiMo dijadwalkan hadir di enam kota utama di Indonesia, yaitu Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Malang, Surakarta, dan Surabaya, dengan Surabaya sebagai lokasi pertama peluncuran di Surabaya, armada ini akan bergulir ke kota-kota lain dalam waktu dua bulan mendatang, memastikan distribusi yang luas dan merata.
Pendekatan ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak komunitas, terutama di area perkotaan yang padat penduduk.
Secara keseluruhan, peluncuran BiMo di Surabaya menjadi momentum penting bagi gerakan literasi nasional, dengan dukungan dari pemerintah Prancis melalui IFI.
Program ini tidak hanya menyediakan buku, tetapi juga mengintegrasikan elemen edukasi dan hiburan untuk menarik minat generasi muda.
Diharapkan, inisiatif seperti ini dapat berkontribusi pada peningkatan indeks literasi Indonesia di masa depan, sambil memperkuat kerjasama budaya antara Indonesia dan Prancis.










