Janice Tjen dan Alex Eala Raih Kemenangan Bersejarah untuk Asia Tenggara di Abu Dhabi Open 2026

0
104
https://beritaadikara.com/janice-tjen-dan-alex-eala-raih-kemenangan-bersejarah-untuk-asia-tenggara-di-abu-dhabi-open-2026/

Abu Dhabi | Berita Adikara Pasangan ganda putri Janice Tjen (Indonesia) dan Alexandra “Alex” Eala (Filipina) mencatatkan sejarah penting bagi tenis Asia Tenggara setelah meraih kemenangan pada laga perdana mereka di ajang Mubadala Abu Dhabi Open 2026. Kemenangan ini tidak hanya memastikan langkah mereka ke babak perempat final, tetapi juga menandai tonggak baru sebagai pasangan pertama dari Asia Tenggara yang berhasil meraih kemenangan di level turnamen WTA.

Pertandingan yang digelar di Zayed Sports City International Tennis Centre, Abu Dhabi, Selasa (3/2) malam waktu setempat itu berlangsung sengit dan penuh drama. Janice/Eala harus menghadapi pasangan berpengalaman Kanada–Prancis, Leylah Fernandez dan Kristina Mladenovic, dalam duel yang menguras fisik dan mental.

Dalam laga berdurasi lebih dari satu setengah jam tersebut, Janice dan Eala tampil dengan semangat juang tinggi. Mereka akhirnya keluar sebagai pemenang melalui pertarungan tiga set dengan skor 7-5, 3-6, dan 10-6 pada super tie-break. Hasil ini memastikan mereka melangkah ke perempat final sekaligus mencatatkan capaian bersejarah bagi kawasan Asia Tenggara.

Sejak awal pertandingan, tensi sudah terasa tinggi. Fernandez/Mladenovic tampil agresif dengan memanfaatkan pengalaman mereka di turnamen-turnamen besar. Kombinasi permainan cepat di depan net serta pukulan baseline yang tajam sempat membuat Janice/Eala berada di bawah tekanan.

Namun, pasangan Indonesia–Filipina tersebut menunjukkan ketenangan dan disiplin. Pada set pertama, mereka mampu memanfaatkan momentum penting ketika mendapatkan peluang break point. Dengan permainan yang lebih rapi dan minim kesalahan sendiri, Janice/Eala berhasil merebut set pembuka dengan skor tipis 7-5.

Memasuki set kedua, Fernandez/Mladenovic meningkatkan intensitas permainan. Tekanan terus diberikan melalui servis keras dan pengembalian bola yang agresif. Janice/Eala sempat kesulitan menemukan ritme, sehingga set kedua menjadi milik pasangan Kanada–Prancis dengan skor 3-6. Hasil ini memaksa pertandingan ditentukan melalui super tie-break yang menjadi penentu segalanya.

Pada fase krusial tersebut, Janice dan Eala tampil lebih tenang dan matang secara mental. Mereka mampu menjaga fokus di setiap poin, meminimalkan kesalahan, serta memanfaatkan peluang dari kesalahan lawan. Beberapa double fault yang dilakukan Fernandez/Mladenovic menjadi keuntungan besar bagi Janice/Eala untuk menjauh dalam perolehan angka.

Dengan servis yang stabil dan koordinasi yang semakin solid, Janice/Eala akhirnya menutup super tie-break dengan skor 10-6. Kemenangan ini disambut dengan selebrasi emosional, mengingat ini merupakan pencapaian penting tidak hanya bagi mereka secara pribadi, tetapi juga bagi tenis Asia Tenggara.

Kemenangan ini memiliki makna historis. Janice Tjen dan Alexandra Eala tercatat sebagai pasangan ganda pertama dari Asia Tenggara yang berhasil meraih kemenangan di turnamen WTA, sebuah pencapaian yang selama ini sulit ditembus oleh petenis dari kawasan tersebut. Selama bertahun-tahun, dominasi turnamen WTA kerap dipegang oleh petenis dari Eropa, Amerika, dan Australia, sehingga keberhasilan pasangan Asia Tenggara ini menjadi simbol kemajuan dan meningkatnya daya saing kawasan di level dunia.

Bagi Janice Tjen, hasil ini juga menjadi pengobat kekecewaan setelah dirinya tersingkir di nomor tunggal. Sebelumnya, Janice harus mengakui keunggulan unggulan kelima asal Rusia, Liudmila Samsonova, dan terhenti di babak kedua tunggal putri. Meski demikian, performa gemilang di sektor ganda membuka peluang bagi Janice untuk tetap melangkah jauh dan membawa pulang hasil positif dari Abu Dhabi.

Sementara itu, bagi Alexandra Eala, kemenangan ini semakin mengukuhkan statusnya sebagai salah satu talenta paling menjanjikan di Asia Tenggara. Petenis muda asal Filipina tersebut dikenal memiliki rekam jejak prestasi yang kuat sejak level junior hingga profesional. Duetnya bersama Janice dinilai sebagai kombinasi yang saling melengkapi, dengan agresivitas dari baseline serta kemampuan bertahan yang solid di momen-momen krusial.

Usai pertandingan, Janice menyampaikan bahwa kerja sama dan komunikasi menjadi kunci utama kemenangan mereka. Ia menekankan bahwa meskipun ini merupakan salah satu penampilan awal mereka sebagai pasangan, chemistry di lapangan berkembang dengan cepat.

“Kami masih dalam proses membangun kerja sama, tapi kami saling percaya dan berusaha fokus di setiap poin. Menghadapi lawan berpengalaman membuat kami harus bermain lebih disiplin,” ujar Janice dalam keterangan setelah laga.

Statistik pertandingan juga menunjukkan bahwa Janice/Eala tampil cukup konsisten, terutama dalam hal servis dan penguasaan poin-poin penting. Ketika berada di bawah tekanan, mereka mampu menjaga ketenangan dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan, sebuah kualitas yang sangat penting dalam pertandingan ganda level WTA.

Keberhasilan ini disambut positif oleh pengamat tenis regional. Banyak pihak menilai kemenangan Janice/Eala sebagai sinyal kuat bahwa Asia Tenggara mulai memiliki representasi yang lebih kompetitif di panggung tenis dunia. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi petenis muda di Indonesia, Filipina, dan negara-negara Asia Tenggara lainnya untuk menembus level tertinggi tenis profesional.

Pada babak perempat final, Janice/Eala akan menghadapi lawan yang tidak kalah tangguh, yakni pemenang laga antara pasangan kakak-beradik asal Ukraina, Nadiia Kichenok/Lyudmyla Kichenok, melawan unggulan kedua Zhang Shuai/Cristina Bucsa. Pertandingan tersebut diprediksi akan menjadi ujian berat bagi pasangan Asia Tenggara ini.

Meski demikian, dengan modal kepercayaan diri tinggi dan status sebagai pembuat sejarah baru, Janice Tjen dan Alexandra Eala diyakini akan tampil tanpa beban. Kemenangan di laga perdana ini bukan hanya tentang satu langkah menuju gelar, tetapi juga tentang membuka jalan baru bagi Asia Tenggara untuk lebih diperhitungkan di pentas tenis dunia.

Leave a reply