Marsinah Resmi Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional Pada Hari Pahlawan 2025

0
77
https://beritaadikara.com/marsinah-resmi-dianugerahi-gelar-pahlawan-nasional-pada-hari-pahlawan-2025/

Jakarta | Berita Adikara — Dalam momen khidmat peringatan Hari Pahlawan Nasional 10 November 2025, Presiden Prabowo Subianto secara resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Marsinah, aktivis buruh perempuan yang gugur dalam memperjuangkan hak-hak pekerja di era Orde Baru. Penetapan ini menjadi simbol pengakuan negara terhadap perjuangan kaum buruh yang selama ini sering tersisih dari narasi besar perjuangan bangsa.

Upacara yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, dihadiri oleh pejabat tinggi negara, tokoh buruh, serta keluarga besar Marsinah. Dalam suasana haru, perwakilan keluarga Marsinah menerima tanda kehormatan secara simbolis dari Presiden. Tangis haru mewarnai momen tersebut, menjadi penanda bahwa perjuangan panjang Marsinah akhirnya mendapatkan pengakuan yang pantas setelah lebih dari tiga dekade berlalu.

Marsinah lahir pada 10 April 1969 di Desa Nglundo, Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Ia dikenal sebagai sosok sederhana, cerdas, dan tegas dalam memperjuangkan apa yang ia yakini benar. Setelah menamatkan pendidikan menengah, Marsinah bekerja di PT Catur Putra Surya (CPS), sebuah pabrik jam tangan di Sidoarjo. Di tempat inilah semangat perjuangannya tumbuh, seiring dengan ketimpangan dan ketidakadilan yang dirasakan para pekerja.

Pada awal Mei 1993, Marsinah menjadi bagian dari aksi mogok kerja besar-besaran yang dilakukan buruh CPS. Tuntutan mereka sederhana namun bermakna besar: kenaikan upah sesuai keputusan Gubernur Jawa Timur dan perlakuan manusiawi di lingkungan kerja. Namun, perjuangan itu berakhir tragis. Marsinah dilaporkan hilang pada 5 Mei 1993, setelah diketahui sempat menemui rekan-rekannya untuk membahas kelanjutan aksi. Empat hari kemudian, jasadnya ditemukan di sebuah gubuk di wilayah Nganjuk, dalam kondisi mengenaskan.

Hasil forensik kala itu menunjukkan bahwa Marsinah mengalami kekerasan berat sebelum meninggal dunia. Peristiwa ini mengguncang publik dan memunculkan gelombang solidaritas di kalangan buruh, aktivis, dan mahasiswa. Meski kasusnya belum pernah benar-benar terselesaikan, Marsinah telah lama menjadi simbol keberanian dan pengorbanan bagi perjuangan hak-hak pekerja di Indonesia.

Menurut keterangan resmi Kementerian Sekretariat Negara, Marsinah dianugerahi gelar Pahlawan Nasional karena dianggap mewakili nilai-nilai perjuangan sosial, kemanusiaan, dan keadilan. Ia juga menjadi simbol penting dalam sejarah gerakan buruh di Indonesia.

Presiden Prabowo dalam pidatonya menyatakan bahwa perjuangan Marsinah adalah wujud nyata dari semangat kepahlawanan di masa modern. “Marsinah berjuang bukan dengan senjata, melainkan dengan suara hati yang menuntut keadilan. Pengorbanannya adalah bukti bahwa kepahlawanan bisa lahir dari siapa saja, termasuk seorang buruh perempuan,” ujar Prabowo di hadapan tamu undangan.

Marsinah tercatat sebagai satu dari sepuluh tokoh yang menerima gelar Pahlawan Nasional tahun 2025. Selain dirinya, beberapa tokoh lain dari berbagai bidang juga mendapat penghargaan atas kontribusi besar terhadap bangsa. Namun, nama Marsinah menjadi sorotan publik karena latar belakangnya yang unik—ia bukan pejabat, bukan tokoh politik, melainkan seorang pekerja biasa yang berani melawan ketidakadilan.

Momen penganugerahan ini memicu reaksi emosional dari banyak kalangan. Aktivis buruh di seluruh Indonesia menyambutnya dengan rasa bangga dan terharu. Di media sosial, tagar #MarsinahPahlawanNasional menjadi tren, dengan ribuan unggahan berisi ucapan selamat dan refleksi perjuangannya.

Keluarga Marsinah sendiri mengaku tidak menyangka perjuangan sang putri akan diakui oleh negara setelah sekian lama. “Kami bersyukur akhirnya perjuangan Marsinah tidak sia-sia. Gelar ini bukan hanya untuk keluarga kami, tetapi untuk semua buruh Indonesia,” ujar Sukarmi, kakak Marsinah, seusai menerima penghargaan di Istana Negara.

Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Marsinah bukan sekadar penghormatan simbolik. Lebih dari itu, gelar ini menjadi momentum penting untuk mengangkat kembali isu kesejahteraan buruh dan perlindungan pekerja di Indonesia.

Para pengamat menilai, pengakuan ini merupakan langkah maju dalam sejarah nasional. Negara akhirnya mengakui bahwa perjuangan di bidang sosial dan ekonomi sama pentingnya dengan perjuangan di medan perang. Marsinah menjadi ikon baru bagi perjuangan tanpa kekerasan dan pengorbanan demi kemanusiaan.

Kini, nama Marsinah tidak lagi hanya dikenang dalam buku-buku sejarah atau spanduk perjuangan buruh. Ia telah resmi menjadi bagian dari daftar panjang pahlawan bangsa yang menginspirasi. Semangat juangnya menjadi pengingat bahwa keberanian untuk menegakkan keadilan tidak mengenal status, gender, atau latar belakang sosial.

Dengan penetapan ini, Indonesia bukan hanya memberi penghormatan kepada sosok Marsinah, tetapi juga kepada jutaan pekerja yang setiap hari berjuang demi kehidupan yang lebih layak. Semoga semangat Marsinah terus hidup di hati rakyat Indonesia—menjadi nyala api kecil yang menerangi jalan panjang menuju keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

Leave a reply