Mobil Pengantar MBG Tabrak Siswa dan Guru di SDN 01 Kalibaru Cilincing, Puluhan Luka-luka

0
124
https://beritaadikara.com/mobil-pengantar-mbg-tabrak-siswa-dan-guru-di-sdn-01-kalibaru-cilincing-puluhan-luka-luka/

Jakarta | Berita Adikara — Suasana pagi yang seharusnya berlangsung seperti biasa di SDN Kalibaru 01 Pagi, Cilincing, Jakarta Utara, berubah menjadi kepanikan hebat pada 11 Desember 2025. Sebuah mobil pengantar makanan dari program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG) tiba-tiba kehilangan kendali dan menerobos pagar sekolah, sebelum akhirnya menabrak sejumlah siswa serta seorang guru yang sedang beraktivitas di halaman. Insiden tragis ini memicu berbagai reaksi, mulai dari kekecewaan publik hingga evaluasi serius terhadap keamanan distribusi program MBG.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 06.39–07.00 WIB, saat para siswa sedang mengikuti rutinitas pagi sebelum kegiatan belajar dimulai. Beberapa anak tengah duduk berbaris, sementara lainnya dipandu guru mereka untuk mengikuti salam paguyuban. Dalam hitungan detik, suasana berubah drastis ketika sebuah minivan MBG bernomor polisi B-2093-UIU melaju memasuki halaman dengan kecepatan tidak wajar setelah menghantam pagar besi.

Menurut keterangan saksi dan rekaman video yang beredar di media sosial, mobil tersebut tampak tidak mampu berhenti, seakan-akan pedal gas terinjak penuh. Anak-anak berlarian sambil menjerit, sementara beberapa lainnya tidak mampu menghindar dari laju kendaraan. Guru dan staf sekolah segera mendekat, berupaya mengevakuasi para korban dari bawah bodi mobil serta menenangkan siswa lain yang ketakutan.

Petugas medis dan aparat kepolisian tiba hanya beberapa menit setelah laporan masuk. Menurut data awal dari pihak sekolah dan pemerintah daerah, 20 hingga 21 orang menjadi korban, terdiri dari mayoritas siswa kelas rendah serta seorang guru perempuan. Para korban segera dilarikan ke RSUD Cilincing dan RSUD Koja untuk mendapatkan penanganan lanjutan. Laporan dari pihak rumah sakit menyebutkan bahwa beberapa siswa mengalami luka cukup serius, terutama pada bagian kepala dan kaki akibat benturan keras

Aparat dari Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Utara langsung melakukan olah TKP setelah situasi terkendali. Sopir minivan, yang diketahui merupakan pengemudi cadangan, segera diamankan untuk menjalani pemeriksaan intensif. Dugaan sementara menyebut sopir tidak sempat menguasai kendaraan ketika bermaksud menepikan mobil di dekat area sekolah. Kesalahan pengoperasian, seperti salah menginjak pedal antara rem dan gas, menjadi salah satu faktor yang sedang didalami polisi.

Selain faktor human error, penyidik juga memeriksa apakah kendaraan tersebut laik jalan dan apakah standar keamanan program distribusi MBG telah diikuti secara ketat. Beberapa saksi, termasuk pihak sekolah, orang tua murid, hingga tim distribusi MBG, telah dipanggil untuk memberikan keterangan.

Kapolda Metro Jaya menegaskan bahwa penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh dan transparan. Ia memastikan bahwa setiap temuan penting akan diumumkan kepada publik demi mencegah spekulasi dan menjaga kepercayaan masyarakat.

Insiden ini mendapatkan perhatian besar dari pemerintah pusat. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, turun langsung ke lokasi dan memastikan bahwa seluruh biaya pengobatan korban akan ditanggung oleh pemerintah. Ia juga menegaskan bahwa BGN akan mengevaluasi seluruh aspek pelaksanaan program MBG, terutama proses distribusi yang melibatkan kendaraan dan pengemudi.

Presiden Prabowo Subianto secara khusus memerintahkan agar penanganan korban dilakukan secara maksimal. Instruksi tersebut mencakup penyediaan fasilitas kesehatan terbaik bagi anak-anak yang mengalami luka berat maupun trauma psikologis. Prabowo juga meminta agar kementerian dan lembaga terkait memperbaiki sistem keselamatan distribusi MBG, terutama di area sekolah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Sementara itu, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meminta penyelidikan komprehensif serta langkah cepat untuk mencegah kejadian serupa. Melalui pernyataannya, Gibran menyampaikan rasa prihatin dan permohonan maaf atas musibah yang menimpa anak-anak di Cilincing tersebut.

Insiden ini tidak hanya menimbulkan luka fisik dan trauma bagi para siswa, tetapi juga memicu kekhawatiran besar dari orang tua dan masyarakat umum. Banyak orang tua mendatangi sekolah pada hari kejadian, menanyakan kondisi anak mereka sekaligus menuntut penjelasan dari pihak sekolah dan pemerintah daerah.

Dari parlemen, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menyoroti perlunya evaluasi mendalam terhadap operasional program MBG. Ia menilai distribusi harus dilakukan dengan standar keselamatan tinggi, terutama jika kendaraan harus memasuki area sekolah. DPR meminta pemerintah memastikan bahwa semua pengemudi telah melalui pelatihan keamanan serta bahwa kendaraan yang digunakan benar-benar dalam kondisi prima.

Hingga kini, para korban masih menjalani perawatan di rumah sakit. Meski banyak yang mengalami luka sedang hingga ringan, beberapa di antaranya membutuhkan pemulihan jangka panjang. Trauma psikologis juga menjadi fokus penanganan, mengingat korban adalah anak-anak usia 7–11 tahun. Pemerintah DKI Jakarta telah mengerahkan tim psikolog untuk memberikan pendampingan selama masa pemulihan.

Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pihak tentang pentingnya keselamatan kendaraan yang beroperasi di sekitar sekolah. Insiden ini juga menegaskan perlunya prosedur ketat dalam operasional program pemerintah, terutama ketika melibatkan anak-anak. Publik kini menunggu hasil penyelidikan lengkap dari Polda Metro Jaya untuk mengetahui penyebab pasti tragedi yang mengguncang dunia pendidikan Jakarta tersebut.

Leave a reply