Penembakan Massal di Pantai Bondi, Sydney: Tragedi Teror saat Perayaan Hanukkah

Penembakan Massal di Pantai Bondi, Sydney: Tragedi Teror saat Perayaan Hanukkah
Sydney | Berita Adikara — Suasana damai di Pantai Bondi, salah satu lokasi wisata paling terkenal di Sydney, Australia, berubah menjadi mimpi buruk yang mengerikan pada Minggu sore (14/12). Sekitar pukul 18.45 waktu setempat, dua pria bersenjata tiba-tiba membuka tembakan ke arah kerumunan besar yang tengah berkumpul untuk merayakan hari pertama Hanukkah, festival cahaya penting dalam tradisi Yahudi. Serangan brutal ini kemudian dinyatakan sebagai aksi teror yang ditujukan kepada komunitas Yahudi, dan terjadi di tengah acara “Chanukah by the Sea” yang dipadati hampir seribu orang.
Menurut otoritas keamanan, insiden ini merupakan salah satu serangan paling berdarah dalam sejarah Australia modern, dengan korban jiwa dan cedera yang jauh melebihi insiden-insiden kekerasan sebelumnya. Pemerintah Australia serta berbagai pemimpin dunia mengecam kejadian ini sebagai tindakan kekerasan yang tidak dapat dibenarkan.
Sejumlah saksi mata menceritakan bahwa suasana siang berubah menjadi panik dalam hitungan detik ketika tembakan pertama terdengar di sekitar area Bondi Park, tak jauh dari taman dan area bermain anak-anak di tepi pantai. Menurut keterangan polisi kepada media, dua pria bersenjata berdiri di sebuah jembatan kecil dekat Campbell Parade dan mulai menembakkan senjata secara sporadis ke kerumunan yang tidak curiga, sekitar 15–20 menit setelah acara perayaan dimulai.
“Saya pikir itu suara kembang api pada awalnya,” ujar seorang saksi. “Tapi kemudian kami melihat orang-orang berteriak dan berlari menjauh, anak-anak menangis — itu terlihat seperti neraka sesungguhnya.”
Laporan resmi mencatat bahwa tembakan berlangsung selama beberapa menit sebelum petugas kepolisian yang berada di dekat lokasi segera merespons. Polisi NSW (New South Wales) mengerahkan unit khusus untuk menanggapi laporan penembak aktif dan bergerak cepat ke lokasi kejadian.
Setelah menerima laporan tembakan, aparat kepolisian langsung mengepung area dan melakukan intervensi. Menurut pernyataan polisi, salah satu dari pelaku tewas di tempat setelah ditembaki petugas, sedangkan pelaku kedua berhasil dilumpuhkan dan ditangkap dalam kondisi kritis sebelum kemudian dibawa ke rumah sakit untuk perawatan medis lanjutan.
Selain menindak para penembak, tim penjinak bom juga menemukan benda mencurigakan seperti bahan peledak improvisasi di sekitar lokasi kejadian yang kemudian diamankan dan dipindahkan dari area publik. Hal ini memberi indikasi bahwa serangan itu bisa saja jauh lebih mematikan jika perangkat itu meledak.
Jumlah korban dalam peristiwa ini terus diperbarui oleh otoritas kesehatan setempat. Laporan awal menyebut 12 orang tewas di lokasi kejadian; kemudian angka itu meningkat menjadi 16 orang termasuk anak-anak dan lansia setelah beberapa korban yang cedera parah meninggal dunia di rumah sakit. Korban yang meninggal datang dari berbagai usia, mulai dari anak berusia 10 tahun hingga lansia berusia 87 tahun.
Selain korban tewas, puluhan lainnya mengalami luka serius dan dirawat di sejumlah rumah sakit di Sydney. Di antara yang terluka terdapat 5 orang dalam kondisi kritis, termasuk dua petugas polisi yang tengah merespon insiden tersebut.
Beberapa warga negara asing juga termasuk dalam daftar korban. Misalnya, pemerintah Israel mengonfirmasi satu warganya tewas dalam serangan ini, sedangkan kementerian luar negeri Prancis juga menyatakan salah satu warga mereka terluka.
Polisi New South Wales secara resmi menyatakan bahwa insiden ini merupakan serangan teror bermotif antisemit, ditujukan kepada komunitas Yahudi yang merayakan Hanukkah di Bondi. Pernyataan ini juga diperkuat oleh pernyataan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese, yang menyebut tindakan tersebut sebagai “kekejaman yang luar biasa” dan “serangan terhadap nilai-nilai kemanusiaan”.
Albanese langsung mengadakan rapat keamanan nasional darurat setelah serangan itu dan berjanji akan melakukan penyelidikan menyeluruh untuk memastikan bahwa pelaku dan kemungkinan pihak lain yang terlibat akan diadili sesuai hukum.
Tragedi Bondi Beach memicu gelombang duka dan solidaritas dari masyarakat Australia serta dari komunitas global. Warga secara spontan menyalakan lilin dan meletakkan bunga di lokasi kejadian sebagai tanda belasungkawa bagi para korban. Banyak pemimpin negara asing, termasuk dari Amerika Serikat, Inggris, dan Israel, menyampaikan dukungan dan kecaman terhadap aksi kekerasan tersebut.
Sementara itu, organisasi-organisasi hak asasi serta komunitas antaragama menyerukan agar insiden ini tidak memicu kebencian lebih lanjut, melainkan menjadi momentum untuk memperkuat toleransi dan persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.
Serangan di Bondi ini bukan hanya tragedi lokal, tetapi menjadi salah satu kejadian paling berdarah dalam sejarah Australia sejak penembakan brutal Port Arthur pada tahun 1996, yang kemudian mengubah kebijakan senjata negara itu. Insiden tahun 2025 ini bisa memicu perdebatan baru mengenai kebijakan senjata api, keamanan publik dan cara terbaik untuk mencegah serangan serupa di masa depan.
Penyelidikan atas motif penuh, latar belakang pelaku, serta kemungkinan jaringan yang lebih luas terus dilakukan oleh aparat berwenang, sementara keluarga korban dan masyarakat luas berupaya pulih dari kejutan dan kesedihan yang mendalam akibat tragedi yang mengguncang Sydney ini.










