Prabowo Perkuat Diplomasi Timur Tengah Lewat Kunjungan Resmi ke Yordania

Prabowo Perkuat Diplomasi Timur Tengah Lewat Kunjungan Resmi ke Yordania
Yordania | Berita Adikara — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan kunjungan kerja resmi ke Kerajaan Yordania Hasyimiyah pada 24–25 Februari 2026. Lawatan ini menjadi bagian dari agenda diplomasi luar negeri Indonesia dalam memperkuat hubungan bilateral dengan negara-negara sahabat di kawasan Timur Tengah, sekaligus mempertegas peran aktif Indonesia dalam percaturan geopolitik global.
Pesawat kepresidenan yang membawa Prabowo mendarat di Bandar Udara Militer Marka, Amman, pada malam hari waktu setempat. Kedatangan kepala negara Indonesia tersebut disambut dengan penghormatan militer, termasuk pengawalan jet tempur Angkatan Udara Kerajaan Yordania saat memasuki wilayah udara negara itu. Prosesi tersebut menjadi simbol kuat hubungan persahabatan dan kerja sama strategis yang telah terjalin lama antara kedua negara.
Di bandara, Presiden Prabowo disambut langsung oleh Al Hussein bin Abdullah II, Putra Mahkota Yordania. Prosesi penyambutan berlangsung khidmat dengan jajaran pejabat tinggi dari kedua negara turut hadir menyambut delegasi Indonesia. Suasana hangat dan penuh rasa hormat mencerminkan kedekatan diplomatik yang selama ini dibangun Jakarta dan Amman.
Tak hanya pejabat pemerintahan, kunjungan Presiden juga disambut antusias oleh diaspora Indonesia di Yordania, khususnya para mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan di berbagai universitas di Amman. Mereka hadir di hotel tempat Presiden bermalam untuk memberikan sambutan langsung. Presiden Prabowo menyempatkan diri berinteraksi dengan para pelajar, berbincang santai, bahkan memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada salah satu mahasiswi Indonesia yang bertepatan merayakan hari kelahirannya. Gestur tersebut dinilai sebagai bentuk perhatian terhadap warga negara Indonesia di luar negeri.
Agenda utama kunjungan ini adalah pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo dan Raja Yordania, Abdullah II bin Al-Hussein, yang berlangsung di Istana Al Husseiniya. Pertemuan tersebut diawali dengan upacara kehormatan resmi sebelum dilanjutkan dengan pembicaraan empat mata antara kedua pemimpin negara. Setelah itu, delegasi dari masing-masing negara mengadakan pertemuan yang lebih luas guna membahas berbagai isu strategis.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin membahas penguatan kerja sama di berbagai sektor, mulai dari pertahanan, pendidikan, pertanian, energi, hingga pengembangan sains dan teknologi. Kerja sama pertahanan menjadi salah satu topik penting, mengingat kedua negara memiliki kepentingan dalam menjaga stabilitas kawasan serta memperkuat kapasitas militer melalui pertukaran pelatihan dan teknologi.
Selain itu, bidang pendidikan juga menjadi fokus pembahasan. Yordania selama ini menjadi salah satu tujuan studi bagi pelajar Indonesia, terutama dalam bidang studi keislaman dan bahasa Arab. Pemerintah Indonesia berharap kerja sama pendidikan dapat diperluas melalui peningkatan beasiswa dan pertukaran akademik yang lebih intensif.
Di sektor ekonomi, kedua negara menilai masih terdapat peluang besar untuk meningkatkan volume perdagangan dan investasi. Indonesia melihat potensi kerja sama di bidang pertanian dan produk halal, sementara Yordania membuka peluang kolaborasi di sektor energi serta industri strategis.
Selain kerja sama bilateral, pembahasan juga mencakup dinamika regional dan global, termasuk situasi di Timur Tengah. Indonesia dan Yordania memiliki kesamaan pandangan dalam mendukung penyelesaian damai konflik Palestina serta mendorong stabilitas kawasan melalui dialog dan diplomasi. Kedua pemimpin menegaskan komitmen untuk terus berkoordinasi dalam forum internasional guna memperjuangkan perdamaian dan kemanusiaan.
Kunjungan ini juga memiliki makna historis karena berlangsung bertepatan dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Yordania. Selama lebih dari tujuh dekade, kedua negara telah menjalin hubungan yang erat, didukung kerja sama di bidang politik, ekonomi, pendidikan, dan sosial budaya.
Pengamat hubungan internasional menilai kunjungan ini sebagai langkah strategis Indonesia dalam memperluas jejaring diplomasi di kawasan Timur Tengah. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, Indonesia berupaya memperkuat posisi sebagai negara yang aktif dalam diplomasi global serta menjadi mitra yang kredibel bagi negara-negara sahabat.
Kehadiran Presiden di Yordania tidak hanya mempererat hubungan bilateral, tetapi juga menunjukkan konsistensi Indonesia dalam menjalankan politik luar negeri bebas aktif. Dengan membangun kemitraan strategis, Indonesia berharap dapat membuka peluang baru di bidang ekonomi dan pertahanan sekaligus memperkuat solidaritas di tengah tantangan global.
Kunjungan kenegaraan ini ditutup dengan optimisme bahwa hubungan Indonesia dan Yordania akan semakin solid di masa mendatang. Komitmen kedua pemimpin untuk memperluas kerja sama di berbagai sektor diharapkan dapat membawa manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara.
Lawatan Presiden Prabowo ke Amman menjadi simbol diplomasi yang bersahabat, terbuka, dan berorientasi pada kepentingan bersama. Di tengah dinamika global yang kompleks, penguatan hubungan bilateral seperti ini menjadi fondasi penting bagi stabilitas dan kemajuan bersama.










