Dukung Penghematan BBM, Wakil Ketua DPRD Jatim Nilai Kebijakan WFH Hari Rabu Sangat Tepat

0
25

SURABAYA | BERITA ADIKARA – Langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dalam menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) pada pertengahan pekan mendapat apresiasi dari kalangan legislatif. Kebijakan mempekerjakan pegawai dari rumah pada hari Rabu dinilai sebagai keputusan strategis yang efektif, terutama dalam upaya menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM).

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur, Blegur Prijanggono S.H., secara terang-terangan mendukung keputusan Pemprov tersebut. Menurutnya, penempatan WFH di hari Rabu memberikan ritme yang seimbang bagi para pekerja sekaligus mencegah potensi lonjakan mobilitas masyarakat.

“Saya rasa keputusan pemerintah provinsi untuk menentukan WFH di hari Rabu itu sangat bagus. Karena kita melihat, pekerja di rumah itu tentunya selain melaksanakan tugas pekerjaannya, juga memiliki waktu jeda di pertengahan minggu,” ujar Blegur.

Lebih lanjut, pimpinan dewan ini memaparkan alasan rasional mengapa penerapan WFH pada pertengahan minggu jauh lebih efektif dibandingkan pada akhir pekan, seperti hari Jumat. Ia menilai bahwa WFH di hari Jumat justru berpotensi menjadi bumerang bagi program efisiensi energi yang sedang dicanangkan pemerintah.

Hal tersebut berkaitan erat dengan kebiasaan masyarakat yang kerap memanfaatkan waktu luang berdekatan dengan akhir pekan (weekend) untuk bepergian atau liburan.

“Dalam konteks penghematan BBM saat ini, kalau WFH ditetapkan di hari Rabu, maka hari Kamis dan Jumat para pegawai masih bisa kembali bekerja secara normal di kantor,” paparnya.

Sebaliknya, jika kebijakan tersebut digeser ke akhir pekan, tujuan utama untuk membatasi pergerakan kendaraan dinilai tidak akan tercapai.

“Tetapi kalau WFH diterapkan di hari Jumat, maka itu bisa memicu hari libur yang berkepanjangan (long weekend). Sehingga, WFH di hari Jumat itu justru tidak akan bisa menghemat BBM. Karena otomatis semua orang akan berpikir untuk pergi berlibur,” tegas Blegur.

Melalui penerapan WFH di hari Rabu ini, diharapkan efisiensi penggunaan BBM dari sektor transportasi harian pegawai dapat benar-benar ditekan secara maksimal, tanpa mengorbankan produktivitas kinerja maupun kualitas pelayanan publik.

Leave a reply