Kemiskinan Ekstrem Jatim Turun Jadi 0,29%, Khofifah Sebut Bukti Program Kesejahteraan Tepat Sasaran

0
18
https://beritaadikara.com/kemiskinan-ekstrem-jatim-turun-jadi-029-khofifah-sebut-bukti-program-kesejahteraan-tepat-sasaran/

Jawa Timur | Berita Adikara – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencatat capaian positif dalam upaya penanggulangan kemiskinan ekstrem. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa angka kemiskinan ekstrem di provinsi tersebut pada tahun 2025 berhasil ditekan hingga menyisakan 0,29 persen. Angka itu disebut jauh lebih rendah dibanding rata-rata nasional yang berada di kisaran 0,85 persen. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan berbagai program perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dijalankan secara berkelanjutan selama beberapa tahun terakhir.

Khofifah menjelaskan bahwa penurunan angka kemiskinan ekstrem di Jawa Timur tidak terjadi secara instan. Pemerintah daerah bersama pemerintah pusat melakukan berbagai intervensi sosial secara bertahap, mulai dari bantuan sosial, penguatan sektor UMKM, peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga program pemberdayaan ekonomi berbasis desa. Menurutnya, hasil yang dicapai saat ini menunjukkan bahwa kebijakan yang diterapkan sudah berjalan sesuai sasaran dan menyentuh kelompok masyarakat paling rentan. [3]

Dalam keterangannya, Khofifah menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi banyak pihak. Pemerintah provinsi bekerja sama dengan pemerintah kabupaten dan kota, dunia usaha, lembaga sosial, serta masyarakat dalam mempercepat penanganan kemiskinan ekstrem. Ia menilai pendekatan kolaboratif menjadi kunci penting karena persoalan kemiskinan tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu institusi semata.

Data yang dirilis menunjukkan tren penurunan kemiskinan ekstrem di Jawa Timur berlangsung cukup signifikan dalam lima tahun terakhir. Pada tahun 2020, angka kemiskinan ekstrem di Jawa Timur masih berada di atas empat persen. Namun secara bertahap angka tersebut terus turun setiap tahunnya hingga akhirnya mencapai 0,29 persen pada tahun 2025. Penurunan tersebut dinilai sebagai salah satu yang tercepat di Indonesia.

Selain penurunan kemiskinan ekstrem, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur juga menunjukkan performa yang cukup baik. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik pada Mei 2026, ekonomi Jawa Timur pada Triwulan I-2026 tumbuh sebesar 5,96 persen secara tahunan atau year on year. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa dan berada di atas rata-rata nasional. Pertumbuhan ekonomi ini dinilai memberikan dampak positif terhadap peningkatan daya beli masyarakat dan penyerapan tenaga kerja.

Pengamat ekonomi menilai keberhasilan Jawa Timur menekan kemiskinan ekstrem tidak lepas dari kemampuan pemerintah daerah menjaga stabilitas ekonomi di tengah berbagai tantangan global. Inflasi yang relatif terkendali, sektor perdagangan yang terus bergerak, serta kekuatan industri dan pertanian menjadi faktor pendukung yang membantu masyarakat bertahan dalam tekanan ekonomi.

Di sisi lain, program bantuan sosial yang lebih terarah disebut ikut mempercepat penurunan jumlah masyarakat miskin ekstrem. Pemerintah daerah disebut memperkuat validasi data penerima bantuan agar program benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan. Selain bantuan langsung, pendekatan pemberdayaan ekonomi juga terus diperkuat agar masyarakat dapat mandiri secara finansial dan tidak terus bergantung pada bantuan pemerintah.

Khofifah juga menyoroti pentingnya pembangunan sumber daya manusia dalam mengurangi kemiskinan. Pemerintah Jawa Timur disebut terus memperluas akses pendidikan dan pelatihan kerja bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Program pelatihan vokasi dan dukungan terhadap pelaku usaha kecil menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Meski angka kemiskinan ekstrem turun drastis, pemerintah provinsi mengakui masih terdapat tantangan yang perlu diselesaikan. Ketimpangan ekonomi antarwilayah, akses pekerjaan di daerah tertentu, hingga dampak perubahan ekonomi global masih menjadi perhatian. Oleh karena itu, program pengentasan kemiskinan disebut akan terus diperkuat agar capaian yang sudah diraih dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan.

Di tengah capaian tersebut, sejumlah kalangan mengingatkan bahwa indikator statistik perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat secara nyata. Penurunan angka kemiskinan tidak hanya diukur dari data pendapatan, tetapi juga harus tercermin dalam akses pendidikan, layanan kesehatan, kualitas hunian, serta kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Masyarakat pun berharap keberhasilan Jawa Timur menekan kemiskinan ekstrem dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia. Banyak pihak menilai strategi pembangunan berbasis kolaborasi dan intervensi sosial yang tepat sasaran bisa diterapkan di wilayah lain dengan menyesuaikan kondisi daerah masing-masing.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur sendiri menargetkan angka kemiskinan ekstrem dapat terus ditekan hingga mendekati nol persen dalam beberapa tahun ke depan. Untuk mencapai target tersebut, berbagai program kesejahteraan masyarakat akan terus diperluas, termasuk penguatan ekonomi desa, bantuan usaha produktif, perlindungan sosial bagi kelompok rentan, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Keberhasilan menurunkan kemiskinan ekstrem hingga 0,29 persen kini menjadi salah satu pencapaian penting bagi Jawa Timur di tengah tantangan ekonomi nasional dan global yang masih berlangsung. Pemerintah berharap capaian ini bukan hanya menjadi angka statistik, tetapi juga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui meningkatnya kesejahteraan dan kualitas hidup di berbagai daerah di Jawa Timur.

Leave a reply