Peringati Hari Kartini, Anggota DPRD Jatim Hari Yulianto Tekankan Kesetaraan Gender dan Gotong Royong Hadapi Tantangan Global

0
178

SURABAYA | BERITA ADIKARA — Dalam momentum peringatan Hari Kartini, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Hari Yulianto, menyoroti pentingnya meneruskan semangat perjuangan R.A. Kartini di era modern.

Tidak hanya sebatas emansipasi di dalam negeri, semangat tersebut juga dinilai relevan dalam menyikapi krisis ekonomi dan geopolitik global saat ini.

Hari Yulianto menegaskan bahwa konteks perjuangan perempuan saat ini telah mengalami kemajuan pesat dibandingkan era Kartini. Saat ini, keterlibatan perempuan dan laki-laki dinilai sama pentingnya dalam proses pembangunan bangsa.

“Pada zaman Ibu Kartini, posisi perempuan sering kali dibelakangkan dan mereka harus berjuang keras untuk bisa seimbang dengan laki-laki.

Namun pada konteks saat ini, sudah tidak ada bedanya perempuan dan laki-laki. Intinya, semuanya harus terlibat dalam pembangunan bangsa menuju masyarakat yang adil dan makmur,” ujar Hari Yulianto

Menyikapi eskalasi konflik global, khususnya perang di Timur Tengah yang bertepatan dengan momentum Hari Kartini, Hari mengingatkan bahwa salah satu tujuan utama bangsa Indonesia adalah ikut serta melaksanakan ketertiban dunia.

Menurutnya, filosofi perjuangan untuk bebas dari penindasan harus terus disuarakan oleh bangsa Indonesia di kancah internasional.

“Perdamaian dunia hanya bisa terlaksana jika bangsa-bangsa itu merdeka. Artinya, tidak mungkin perdamaian dunia itu terjadi jika Palestina tidak merdeka. Dari filosofi perjuangan Kartini ini, bangsa Indonesia harus terlibat aktif dalam menciptakan perdamaian dunia tersebut,” tegasnya.

Pancasila dan Gotong Royong sebagai Perisai Ekonomi

Di sektor ekonomi, Hari mengakui bahwa situasi global yang tidak menentu akibat sisa dampak pandemi Covid-19 dan eskalasi peperangan memberikan tekanan pada sektor riil di Indonesia.

Untuk memastikan ekonomi keluarga dan masyarakat tetap bertahan, ia menekankan pentingnya kembali pada jati diri bangsa.

Peringatan Hari Kartini tahun ini diharapkan tidak sekadar menjadi seremonial, melainkan menjadi momentum refleksi bagi seluruh elemen masyarakat

Hari menyoroti peran ibu-ibu rumah tangga dan para perempuan (Kartini masa kini) yang terus berjuang menjaga stabilitas ekonomi keluarga di tengah tantangan fiskal. Ia menyebut bahwa kekuatan utama bangsa Indonesia untuk bertahan dari krisis adalah Pancasila.

“Kita mempunyai filosofi bangsa yang luar biasa, yaitu Pancasila. Kalau diperas, ada satu nilai inti yang menjadi budaya kita: Gotong Royong. Gotong royong inilah yang menyokong dan membuat kita kuat, karena kita saling dukung dan saling bantu antar semua elemen bangsa,” jelas politisi PDI Perjuangan tersebut.

Menutup pernyataannya, Hari Yulianto menegaskan kembali terkait peluang dan peran perempuan di dunia kerja saat ini. Ia menyatakan bahwa sekat-sekat gender dalam profesi sudah tidak relevan.

“Prinsipnya di titik ini sudah tidak ada lagi pembedaan mana pekerjaan untuk laki-laki atau perempuan. Di sinilah salah satu terobosan utama dari perjuangan R.A. Kartini. Meski secara fisik berbeda, intinya semua mempunyai hak, kesempatan, dan kemampuan yang seimbang dan sama,” pungkasnya.

Leave a reply