Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Khofifah Ajak Masyarakat Hidupkan Nilai-Nilai Pancasila

Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Khofifah Ajak Masyarakat Hidupkan Nilai-Nilai Pancasila
SURABAYA | BERITA ADIKARA – Peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni kembali menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan bangsa Indonesia dalam menjaga persatuan di tengah berbagai tantangan zaman. Di Jawa Timur, peringatan tersebut berlangsung khidmat di halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya, dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam amanatnya, Khofifah menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga menjadi arah pembangunan daerah sekaligus jangkar moral bangsa dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks.
Upacara yang diikuti oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), aparatur sipil negara, TNI, Polri, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat tersebut berlangsung dengan penuh semangat kebangsaan. Momen ini menjadi pengingat bahwa Pancasila tetap relevan sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara meskipun dunia terus berubah akibat perkembangan teknologi, perubahan geopolitik, hingga tantangan sosial dan ekonomi yang semakin beragam.
Dalam pidatonya, Khofifah menyampaikan bahwa bangsa Indonesia saat ini menghadapi berbagai bentuk turbulensi global. Disrupsi teknologi, ketidakpastian ekonomi dunia, perubahan iklim, hingga meningkatnya polarisasi sosial di sejumlah negara menjadi tantangan yang tidak bisa diabaikan. Menurutnya, di tengah situasi tersebut, Pancasila hadir sebagai pedoman moral yang mampu menjaga arah perjalanan bangsa agar tetap berada di jalur persatuan, keadilan, dan kemanusiaan.
Khofifah menilai nilai-nilai yang terkandung dalam lima sila Pancasila masih sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan masyarakat modern. Semangat gotong royong, penghormatan terhadap keberagaman, musyawarah dalam pengambilan keputusan, serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia menjadi prinsip yang harus terus dijaga dan diimplementasikan dalam setiap aspek kehidupan.
Lebih lanjut, Gubernur Jawa Timur tersebut menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadikan Pancasila sebagai fondasi utama dalam merumuskan berbagai kebijakan pembangunan. Menurutnya, pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga harus mampu menghadirkan pemerataan kesejahteraan, keadilan sosial, serta penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
Khofifah juga menyebut Jawa Timur sebagai miniatur Indonesia. Dengan jumlah penduduk yang besar dan latar belakang suku, agama, budaya, serta bahasa yang beragam, Jawa Timur dinilai berhasil menunjukkan bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan apabila dikelola dengan baik. Menurutnya, harmoni yang selama ini terjaga di Jawa Timur merupakan bukti nyata bahwa nilai-nilai Pancasila masih hidup dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya memperingati Hari Lahir Pancasila sebagai kegiatan seremonial tahunan. Ia menekankan pentingnya menjadikan peringatan ini sebagai momentum refleksi untuk memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan dan memperkokoh persatuan nasional. Menurutnya, tantangan masa depan membutuhkan masyarakat yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat yang berlandaskan Pancasila.
Di era digital saat ini, penyebaran informasi yang sangat cepat sering kali memunculkan tantangan baru berupa hoaks, ujaran kebencian, dan polarisasi sosial. Karena itu, Khofifah mengingatkan pentingnya memperkuat literasi digital sekaligus menjaga etika dalam berinteraksi di ruang publik. Ia menilai nilai-nilai Pancasila dapat menjadi pedoman dalam membangun budaya komunikasi yang santun, inklusif, dan menghargai perbedaan.
Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini juga menjadi pengingat bahwa Indonesia memiliki modal sosial yang sangat besar untuk menghadapi berbagai tantangan global. Keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia bukanlah hambatan, melainkan kekuatan yang dapat mendorong kemajuan apabila seluruh elemen masyarakat mampu menjaga persatuan dan semangat gotong royong.
Sejumlah peserta upacara mengaku terinspirasi oleh pesan yang disampaikan Gubernur Jawa Timur. Mereka menilai bahwa nilai-nilai Pancasila harus terus diperkenalkan kepada generasi muda agar tidak tergerus oleh perubahan zaman. Pendidikan karakter berbasis Pancasila dinilai penting untuk membentuk generasi yang memiliki rasa cinta tanah air, toleransi, dan kepedulian sosial.
Di akhir amanatnya, Khofifah mengajak seluruh masyarakat Jawa Timur dan Indonesia untuk menjadikan Pancasila sebagai energi pemersatu bangsa. Ia berharap semangat yang terkandung dalam Pancasila dapat terus menjadi sumber inspirasi dalam membangun Indonesia yang maju, adil, sejahtera, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai kebangsaan.
Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Grahadi pun berakhir dengan penuh khidmat. Namun pesan yang disampaikan dalam upacara tersebut diharapkan tidak berhenti di lokasi kegiatan semata. Semangat persatuan, gotong royong, dan keadilan sosial yang menjadi inti Pancasila diharapkan terus hidup dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, menjadi fondasi kuat bagi pembangunan daerah dan bangsa di masa depan.










