Jawa Timur Catat Sejarah Baru, Angka Kematian Ibu Turun di Bawah Target WHO

0
22
https://beritaadikara.com/jawa-timur-catat-sejarah-baru-angka-kematian-ibu-turun-di-bawah-target-who/

SURABAYA | BERITA ADIKARA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencatat capaian penting di sektor kesehatan ibu dan anak. Angka Kematian Ibu (AKI) di provinsi tersebut pada tahun 2025 berhasil turun menjadi 68,7 per 100.000 kelahiran hidup. Pencapaian ini tidak hanya menunjukkan perbaikan kualitas layanan kesehatan, tetapi juga menempatkan Jawa Timur sebagai salah satu daerah yang berhasil melampaui target yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni di bawah 70 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup.

Keberhasilan tersebut menjadi kabar menggembirakan di tengah upaya nasional menurunkan angka kematian ibu yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah. Pemerintah Provinsi Jawa Timur menilai pencapaian ini merupakan hasil dari berbagai program yang dijalankan secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir, mulai dari penguatan layanan kesehatan ibu hamil, peningkatan akses persalinan yang aman, hingga pengawasan intensif terhadap kehamilan berisiko tinggi.

Data terbaru menunjukkan bahwa AKI Jawa Timur mengalami penurunan signifikan dibanding tahun sebelumnya. Pada 2024, angka kematian ibu masih berada pada level 82,56 per 100.000 kelahiran hidup. Namun dalam kurun waktu satu tahun, angka tersebut berhasil ditekan menjadi 68,7 per 100.000 kelahiran hidup. Penurunan yang cukup tajam ini menjadi indikator bahwa berbagai intervensi kesehatan yang dilakukan pemerintah mulai menunjukkan hasil nyata.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyambut positif capaian tersebut. Menurutnya, penurunan angka kematian ibu merupakan salah satu indikator penting dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia. Ia menegaskan bahwa kesehatan ibu dan anak menjadi fondasi utama dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Khofifah menjelaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak, mulai dari tenaga kesehatan, rumah sakit, puskesmas, pemerintah daerah kabupaten dan kota, hingga kader kesehatan yang berada di tingkat desa dan kelurahan. Mereka berperan penting dalam memastikan setiap ibu hamil memperoleh pelayanan kesehatan yang memadai sejak masa kehamilan hingga pasca-persalinan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memang menaruh perhatian besar terhadap upaya penurunan AKI. Berbagai program dijalankan untuk meningkatkan kualitas pelayanan maternal dan neonatal. Salah satunya adalah memperkuat sistem rujukan kesehatan agar ibu hamil yang mengalami komplikasi dapat segera mendapatkan penanganan medis yang tepat dan cepat.

Selain itu, pemerintah juga meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin. Langkah ini dilakukan untuk mendeteksi lebih dini berbagai risiko kesehatan yang dapat mengancam keselamatan ibu maupun bayi. Pemeriksaan berkala memungkinkan tenaga kesehatan mengidentifikasi komplikasi kehamilan lebih awal sehingga tindakan pencegahan dapat segera dilakukan.

Data dari Dinas Kesehatan Jawa Timur menunjukkan bahwa tren penurunan angka kematian ibu sebenarnya sudah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2022, jumlah kematian ibu tercatat sebanyak 499 kasus, lebih rendah dibanding tahun sebelumnya yang masih terdampak pandemi COVID-19. Tren positif tersebut terus berlanjut hingga akhirnya mencapai titik terbaik pada 2025.

Pengamat kesehatan menilai keberhasilan Jawa Timur dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya menekan angka kematian ibu. Menurut mereka, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa investasi pada layanan kesehatan dasar dan penguatan sistem kesehatan masyarakat dapat memberikan dampak signifikan terhadap keselamatan ibu dan bayi.

Meski demikian, sejumlah tantangan masih perlu dihadapi. Faktor seperti anemia pada ibu hamil, hipertensi dalam kehamilan, perdarahan saat persalinan, hingga keterlambatan mendapatkan layanan kesehatan masih menjadi penyebab utama kematian ibu di berbagai wilayah. Karena itu, pemerintah diminta tidak berpuas diri dan terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Selain fokus pada penurunan angka kematian ibu, Jawa Timur juga terus memperkuat berbagai program kesehatan lainnya, termasuk penanganan stunting dan peningkatan gizi masyarakat. Pemerintah menilai bahwa kesehatan ibu, bayi, dan anak merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.

Masyarakat menyambut baik capaian yang diraih Jawa Timur tersebut. Banyak pihak berharap keberhasilan ini dapat dipertahankan dan bahkan ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang. Dengan semakin baiknya layanan kesehatan dan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kehamilan, peluang untuk menekan angka kematian ibu hingga lebih rendah lagi dinilai sangat terbuka.

Keberhasilan Jawa Timur menurunkan AKI hingga berada di bawah target WHO menjadi bukti bahwa upaya yang terencana, konsisten, dan melibatkan berbagai pihak dapat menghasilkan perubahan nyata. Di tengah berbagai tantangan kesehatan yang masih dihadapi Indonesia, capaian ini menjadi harapan sekaligus inspirasi bahwa keselamatan ibu dan anak dapat terus ditingkatkan melalui kerja sama dan komitmen yang berkelanjutan.

Leave a reply