Khofifah Sambut Jemaah Haji Kloter Pertama di Surabaya, Diwarnai Suasana Haru dan Syukur

Khofifah Sambut Jemaah Haji Kloter Pertama di Surabaya, Diwarnai Suasana Haru dan Syukur
SURABAYA | BERITA ADIKARA – Suasana haru dan penuh kebahagiaan menyelimuti Asrama Haji Sukolilo Surabaya saat rombongan jemaah haji kelompok terbang (kloter) pertama Debarkasi Surabaya tiba kembali di Tanah Air setelah menunaikan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci. Kepulangan para tamu Allah tersebut disambut langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang hadir untuk memberikan ucapan selamat sekaligus menyampaikan rasa syukur atas kembalinya para jemaah dalam keadaan sehat dan selamat.
Kloter pertama yang tiba di Surabaya membawa sebanyak 378 jemaah haji asal Kabupaten Probolinggo. Mereka menjadi rombongan pertama yang kembali melalui Debarkasi Surabaya pada musim haji 2026. Kedatangan mereka menandai dimulainya proses pemulangan ribuan jemaah haji asal Jawa Timur dan wilayah sekitarnya yang akan berlangsung secara bertahap hingga awal Juli mendatang.
Sejak memasuki area asrama haji, para jemaah tampak disambut hangat oleh keluarga yang telah menunggu sejak pagi. Tangis haru tak terbendung ketika para jemaah bertemu kembali dengan sanak saudara setelah menjalani perjalanan ibadah selama beberapa pekan di Arab Saudi. Banyak keluarga yang mengaku bersyukur karena anggota keluarganya dapat menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji dan kembali ke Indonesia dalam kondisi sehat.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah menyampaikan doa agar seluruh jemaah memperoleh predikat haji yang mabrur dan mabruroh. Ia juga mengucapkan selamat datang kepada para jemaah yang telah menyelesaikan salah satu rukun Islam tersebut. Menurutnya, perjalanan spiritual yang telah dijalani para jemaah merupakan pengalaman berharga yang diharapkan dapat membawa manfaat bagi diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan sekitar.
Selain menyambut kepulangan jemaah, Khofifah juga memberikan apresiasi terhadap berbagai inovasi pelayanan yang diterapkan dalam penyelenggaraan haji tahun ini. Salah satu yang menjadi sorotan adalah penerapan layanan fast track dan seamless corridor yang dinilai mampu mempercepat proses pemeriksaan keimigrasian sehingga jemaah tidak perlu menunggu terlalu lama saat tiba di Indonesia.
Layanan tersebut memungkinkan proses verifikasi dokumen dan identitas jemaah dilakukan dengan teknologi biometrik yang lebih modern. Dengan sistem itu, para jemaah dapat langsung melanjutkan proses kedatangan tanpa harus melalui tahapan pemeriksaan yang panjang sebagaimana sebelumnya. Menurut Khofifah, inovasi tersebut memberikan kenyamanan lebih bagi para jemaah yang baru saja menempuh perjalanan panjang dari Arab Saudi menuju Indonesia.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga memastikan seluruh fasilitas pendukung bagi jemaah yang baru tiba telah disiapkan dengan baik. Petugas kesehatan, panitia penyelenggara ibadah haji, petugas keamanan, hingga relawan siaga memberikan pelayanan maksimal agar proses debarkasi berjalan lancar dan tertib. Pemeriksaan kesehatan tetap dilakukan untuk memastikan kondisi para jemaah setelah menempuh perjalanan udara yang cukup panjang.
Kedatangan kloter pertama ini menjadi awal dari rangkaian pemulangan jemaah haji Debarkasi Surabaya yang jumlahnya mencapai puluhan ribu orang. Bandara Internasional Juanda dijadwalkan melayani kepulangan sebanyak 116 kloter hingga 1 Juli 2026. Untuk mendukung kelancaran operasional tersebut, berbagai instansi telah memperkuat koordinasi mulai dari pihak bandara, imigrasi, bea cukai, Kementerian Agama, hingga pemerintah daerah.
Khofifah menilai keberhasilan penyelenggaraan proses pemulangan jemaah tidak hanya bergantung pada satu instansi, melainkan hasil kerja sama berbagai pihak yang telah mempersiapkan seluruh kebutuhan sejak jauh hari. Ia berharap seluruh proses pemulangan jemaah haji tahun ini dapat berlangsung aman, nyaman, dan lancar hingga kloter terakhir tiba di Indonesia.
Momentum kepulangan jemaah haji juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan persaudaraan yang telah dipelajari selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Khofifah berharap para jemaah dapat menjadi teladan di tengah masyarakat dengan membawa nilai-nilai kebaikan, toleransi, dan kepedulian sosial yang diperoleh selama menjalankan ibadah haji.
Bagi keluarga yang menyambut, kepulangan para jemaah menjadi momen yang sangat dinanti. Banyak di antara mereka yang telah mempersiapkan penyambutan sederhana sebagai bentuk rasa syukur atas kepulangan anggota keluarga tercinta. Suasana penuh kebahagiaan pun terlihat di berbagai sudut Asrama Haji Sukolilo Surabaya ketika para jemaah akhirnya dapat berkumpul kembali dengan keluarga setelah menunaikan perjalanan spiritual yang panjang.
Dengan dimulainya proses debarkasi kloter pertama ini, Jawa Timur kembali menunjukkan kesiapan dalam memberikan pelayanan terbaik bagi para jemaah haji. Pemerintah berharap seluruh rangkaian pemulangan dapat berjalan lancar sehingga para jemaah dapat kembali ke daerah masing-masing dengan aman serta membawa keberkahan bagi keluarga dan masyarakat di sekitarnya.










