Presiden Prabowo Beri Peringatan Keras kepada Mitra SPPG: “Program Makan Bergizi Gratis Bukan Lahan Cari Untung!”

0
102

SURABAYA | BERITA ADIKARA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali memberikan instruksi sekaligus peringatan yang sangat tegas kepada seluruh mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ia menekankan bahwa pelaksanaan program andalan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG), harus dijalankan dengan dedikasi tinggi dan penuh tanggung jawab.

Presiden secara eksplisit mengingatkan bahwa triliunan rupiah uang negara yang digelontorkan untuk program strategis nasional ini semata-mata demi masa depan anak bangsa, dan sama sekali tidak boleh dijadikan ladang untuk mencari keuntungan pribadi atau memperkaya kelompok tertentu.

Penegasan tajam tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo saat membuka acara Konsolidasi Nasional Program MBG yang diselenggarakan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (3/6/2026).

Di hadapan ribuan mitra SPPG yang terdiri dari penyedia bahan pangan, ahli gizi, hingga pengelola logistik dari berbagai daerah, Prabowo menggunakan gaya komunikasi khasnya memadukan ketegasan militer dengan kelakar—untuk menyampaikan pesan anti-korupsi.

“Bagi yang selama ini mungkin punya niat tidak baik atau ada yang masih bandel, segera bertobat dan akui saja sebelum ketahuan. Jangan main-main dengan hak anak-anak kita,” tegas Prabowo yang disambut gemuruh peserta.

Meski disampaikan dengan nada bercanda, pesan tersebut merupakan sinyal kuat dari Kepala Negara bahwa pemerintah tidak akan memberikan toleransi sedikit pun (zero tolerance) terhadap segala bentuk penyimpangan, manipulasi spesifikasi makanan, maupun mark-up anggaran dalam pelaksanaan di lapangan.

Misi Penyelamatan Generasi Emas 2045

Dalam pidatonya, Presiden menguraikan mengapa program MBG ini bukan sekadar kebijakan populis, melainkan misi penyelamatan masa depan bangsa. Program ini memegang peran krusial dalam dua hal utama:

Peningkatan Kualitas Kognitif: Memastikan anak-anak usia sekolah memiliki asupan protein dan vitamin yang cukup untuk mendukung daya tangkap dan kecerdasan mereka di sekolah.

Pemberantasan Stunting dan Gizi Buruk: Prabowo memaparkan data yang memprihatinkan bahwa Indonesia masih menghadapi darurat gizi di sejumlah wilayah pelosok dan daerah tertinggal.

“Kita tidak bisa bicara Indonesia Emas 2045 kalau hari ini angka kekurangan gizi anak di beberapa daerah kita masih menyentuh angka 20 persen, bahkan ada yang mendekati 30 persen. Ini krisis yang harus kita selesaikan hari ini juga, tidak bisa ditunda,” ungkapnya.

Pengawasan Berlapis: KPK, Kejagung, dan BPKP Turun Tangan

Mengingat skala program yang masif dan menyentuh jutaan anak di seluruh pelosok nusantara, tantangan terbesar dari program MBG adalah pada proses distribusi dan pengawasan anggaran. Untuk menjamin transparansi, akuntabilitas, dan ketepatan sasaran, pemerintah telah menyusun skema pengawasan berlapis.

Presiden menegaskan bahwa institusi pengawas tidak akan bekerja dari belakang meja. Ia telah menginstruksikan keterlibatan penuh dari:

  1. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP): Untuk melakukan audit internal dan memastikan standar operasional prosedur (SOP) pengadaan berjalan sesuai aturan.
  2. Kejaksaan Agung (Kejagung): Sebagai pendamping hukum sekaligus pengawas penindakan jika ditemukan indikasi kerugian negara.
  3. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK): Untuk mencegah praktik suap, kolusi, dan nepotisme dalam penunjukan mitra SPPG di daerah.

“Pengawasan dari aparat penegak hukum dan pengawas internal pemerintah akan diperkuat dan personelnya bisa kita tambah jika memang dibutuhkan. Ini untuk memastikan setiap rupiah dari program prioritas ini benar-benar menjelma menjadi nasi, lauk pauk, dan susu yang sampai ke mulut anak-anak yang membutuhkan, tanpa ada kebocoran satu sen pun!” tutup Prabowo dengan nada tinggi.

Acara konsolidasi ini diharapkan menjadi titik tolak bagi seluruh mitra SPPG dan pemerintah daerah untuk merapatkan barisan, menyamakan standar kualitas gizi, dan berkomitmen menjalankan program secara bersih demi mewujudkan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan kuat.

Leave a reply