SPMB SMA/SMK Negeri Jatim 2026 Berjalan Lancar, DPRD Apresiasi Tanpa Antrean Panjang

Ketua Komisi E DPRD Jatim, Sri Untari Bisowarno
SURABAYA | BERITA ADIKARA – Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA dan SMK Negeri di Jawa Timur tahun 2026 mendapat apresiasi dari Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur. Berdasarkan pantauan langsung di sejumlah sekolah, proses seleksi berlangsung tertib dan tidak lagi ditemukan antrean panjang seperti tahun-tahun sebelumnya.
Ketua Komisi E DPRD Jatim, Sri Untari Bisowarno, menyampaikan hal tersebut usai meninjau sejumlah sekolah di Surabaya dan Malang, Selasa (2/6/2026). Ia menilai mekanisme pelayanan yang diterapkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah berjalan sesuai ketentuan dan jauh lebih tertata.
“Semuanya on the track, jadi tidak ada antrean panjang. Saya lihat proses validasi dan verifikasi berkas tetap dilakukan secara teliti oleh operator sekolah, meskipun dokumen sudah diunggah secara daring,” ujar Sri Untari.
Politisi PDI Perjuangan itu menjelaskan, setiap sekolah menyiagakan sekitar sepuluh orang operator yang bertugas membantu proses verifikasi, bahkan pada hari libur. Dengan jumlah tersebut, pelayanan dinilai mampu mengurai potensi penumpukan peserta secara signifikan.
“Jika hari libur, sepuluh operator bisa melayani sekitar 100 orang. Pada hari kerja, jumlahnya bisa mencapai 200 orang. Dengan pembagian beban seperti itu, satu operator rata-rata hanya menangani satu hingga dua orang per jam, sehingga proses menjadi cepat dan terukur,” terangnya.
Perbaikan sistem ini dianggap sebagai kemajuan berarti dibanding periode penerimaan peserta didik sebelumnya. Pada tahun-tahun lalu, masyarakat kerap mengeluhkan antrean panjang, bahkan ada yang datang sejak dini hari hanya untuk mengambil nomor PIN pendaftaran.
Komisi E DPRD Jatim berharap pola pelayanan yang diterapkan pada SPMB tahun ini dapat dipertahankan dan terus disempurnakan ke depan. Tujuannya, agar masyarakat memperoleh layanan pendidikan yang lebih mudah, transparan, dan nyaman.










