Tinjau Renovasi RS Buah Delima, Benjamin Kristianto Dorong Percepatan Kerjasama BPJS dan Peningkatan Standar Pemeriksaan Kehamilan

0
78
https://beritaadikara.com/tinjau-renovasi-…iksaan-kehamilan/

SURABAYA | BERITA ADIKARA – Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur, dr. Benjamin Kristianto, MARS, meninjau langsung hasil renovasi dan pengembangan Rumah Sakit Buah Delima.

Dalam kunjungan tersebut, legislator yang berlatar belakang dokter ini menekankan pentingnya aksesibilitas layanan kesehatan bagi masyarakat luas melalui kerjasama dengan BPJS Kesehatan, serta dukungan terhadap program nasional penurunan angka kematian ibu dan bayi.

Benjamin mengungkapkan bahwa renovasi rumah sakit tersebut merupakan hasil aspirasi yang didukung melalui dana hibah dari pemerintah.

Renovasi ini bertujuan mengubah status fasilitas kesehatan tersebut dari Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) menjadi rumah sakit yang memiliki cakupan layanan lebih luas.

“Kami dari Dewan membantu melalui hibah untuk renovasi pembangunan ini dalam rangka pengembangan layanan dari RSIA menjadi RS IBENE. Alhamdulillah, itu sudah dilakukan dan perkembangannya sudah terlihat,” ujar Benjamin.

Pasca-renovasi, Benjamin menyoroti urgensi agar RS Buah Delima segera menjalin kerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Menurutnya sejarah dan rekam jejak rumah sakit ini harus menjadi pertimbangan bagi BPJS untuk menerima usulan kerjasama tersebut.

Politisi Partai Gerindra ini menegaskan bahwa esensi dari BPJS adalah mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Dengan semakin banyaknya rumah sakit yang bekerjasama, masyarakat memiliki keleluasaan memilih fasilitas kesehatan terbaik dan terdekat.

“Kami dari Dewan akan mengusulkan kepada BPJS agar rumah sakit ini bisa menjadi bagian dari pelayanan BPJS. Prinsipnya, silakan rumah sakit manapun buka, nanti masyarakat yang akan memilih mau berobat ke mana. Kami akan berusaha mendaftarkan agar rumah sakit ini bisa turut serta melayani pasien BPJS,” tegasnya.

Selain aspek infrastruktur dan administrasi, Benjamin juga menyoroti peningkatan standar pelayanan kesehatan ibu dan anak. Mengutip arahan Wakil Menteri Kesehatan dan visi Presiden Prabowo Subianto, Benjamin menekankan pentingnya deteksi dini untuk menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

Ia menjelaskan adanya perubahan standar pemeriksaan kehamilan (Antenatal Care) yang kini ditingkatkan frekuensinya.

“Tujuan Pak Prabowo jelas, yaitu menurunkan angka kematian ibu dan anak. Makanya standar pemeriksaan kehamilan diperketat. Dulu standarnya 6 kali, sekarang menjadi 8 kali selama masa kehamilan,” jelas Benjamin.

Peningkatan frekuensi pemeriksaan ini diharapkan dapat mendeteksi kelainan pada janin maupun kondisi kesehatan ibu sejak dini.

“Harapannya, dengan diperiksa 8 kali, segala risiko bisa terdeteksi dari awal. Sehingga penanganan medis bisa dilakukan dengan cepat untuk menjaga keselamatan nyawa ibu dan bayinya,” pungkas Benjamin.

 

Leave a reply