Fraksi NasDem Dorong Pembenahan Kinerja BUMD Jatim, Soroti Tumpang Tindih Holding dan Anak Perusahaan

0
17

SURABAYA | BERITA ADIKARA – Ketua Fraksi NasDem DPRD Jawa Timur, Nasih Aschal, memberikan catatan kritis sekaligus konstruktif terkait hasil laporan Panitia Khusus (Pansus) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Dalam keterangannya, Nasih menekankan bahwa pemerintah provinsi dan masyarakat perlu melihat gambaran prestasi BUMD secara lebih merata dan tidak hanya bertumpu pada satu entitas tertentu.

Nasih menyatakan bahwa semangat yang diusung oleh legislatif saat ini adalah mendorong seluruh perusahaan daerah untuk menunjukkan performa terbaiknya. Ia berharap prestasi tidak hanya didominasi oleh perusahaan seperti Panca Jaya Terang (Panjate), namun juga muncul dari BUMD-BUMD lainnya.

“Masyarakat itu juga ingin mendengar tentang prestasi-prestasi yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan lain selain Panjate. Nah, tentu semangat itu yang ingin kita dorong,” ujar Nasih Aschal.

Lebih lanjut, Nasih mengklarifikasi bahwa evaluasi yang dilakukan oleh Pansus bukanlah bentuk mencari-cari kesalahan atau “kuyah-kuyah”, melainkan murni upaya untuk memaksimalkan potensi BUMD yang selama ini kinerjanya dinilai belum optimal.

Bukan Sekadar PAD, Tapi Integritas Kinerja

Dalam pandangannya, keberhasilan sebuah BUMD tidak boleh hanya diukur secara sempit dari sisi setoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) semata. Aspek fundamental yang menjadi sorotan tajam adalah efektivitas kinerja organisasi di internal BUMD itu sendiri.

“Kita bukan hanya sekadar melihat dari sisi sektoran PAD-nya, tapi juga kinerja itu. Kinerja itu sekali lagi, kita lihat ada yang namanya tumpang tindih antara perusahaan holding dengan anak perusahaan,” tegasnya.

Persoalan tumpang tindih fungsi antara induk perusahaan (holding) dengan unit-unit usaha di bawahnya dinilai menjadi hambatan serius yang harus segera disikapi oleh Ibu Gubernur. Menurut Nasih, sinkronisasi dan pembagian peran yang jelas sangat diperlukan agar tidak terjadi inefisiensi yang justru merugikan manajemen perusahaan daerah.

Nasih berharap hasil rekomendasi Pansus ini dapat menjadi acuan bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk melakukan pembenahan struktural. Dengan demikian, BUMD yang selama ini belum bekerja secara maksimal dapat bertransformasi menjadi pilar ekonomi daerah yang lebih sehat dan berdaya saing.

“Yang kayak gini ini (tumpang tindih) kan tentu juga harus disikapi,” pungkasnya.

Leave a reply