Ribuan Buruh Kepung Surabaya pada May Day 2026, Suarakan 21 Tuntutan untuk Kesejahteraan Pekerja

Ribuan Buruh Kepung Surabaya pada May Day 2026, Suarakan 21 Tuntutan untuk Kesejahteraan Pekerja
Surabaya | Berita Adikara – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Surabaya berlangsung dengan penuh semangat dan partisipasi besar dari kalangan pekerja. Sekitar 6.000 buruh dari berbagai wilayah di Jawa Timur turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi mereka terkait kesejahteraan dan perlindungan tenaga kerja. Aksi ini dipusatkan di depan Kantor Gubernur Jawa Timur di Jalan Pahlawan, Surabaya, yang menjadi titik utama konsolidasi massa.
Sejak pagi hari, para buruh mulai berdatangan dari berbagai daerah dengan menggunakan berbagai moda transportasi, mulai dari sepeda motor, bus, hingga truk komando. Mereka berkumpul di sejumlah titik strategis sebelum melakukan long march menuju lokasi aksi utama. Rute long march yang dilalui telah disiapkan sebelumnya untuk mengakomodasi pergerakan massa sekaligus meminimalkan gangguan lalu lintas di pusat kota.
Aksi ini tidak hanya menjadi ajang peringatan simbolik, tetapi juga momentum penting untuk menyampaikan berbagai tuntutan konkret kepada pemerintah. Dalam demonstrasi tersebut, buruh membawa sebanyak 21 tuntutan yang mencakup isu-isu strategis di bidang ketenagakerjaan. Tuntutan tersebut meliputi penghapusan sistem outsourcing, penolakan upah murah, serta dorongan terhadap kebijakan yang lebih berpihak pada kesejahteraan pekerja.
Selain itu, massa buruh juga menuntut adanya perlindungan bagi pekerja di sektor informal dan digital, yang dinilai semakin berkembang namun belum sepenuhnya mendapat jaminan hukum yang memadai. Mereka juga mendesak pemerintah untuk menindak tegas perusahaan yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak serta meminta pembentukan satuan tugas khusus untuk mencegah maraknya PHK di berbagai sektor industri.
Dalam orasi yang disampaikan oleh perwakilan buruh, ditegaskan bahwa perjuangan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bentuk nyata dari kegelisahan para pekerja terhadap kondisi ketenagakerjaan saat ini. Mereka berharap pemerintah daerah dapat menjadi jembatan untuk menyampaikan aspirasi tersebut ke tingkat nasional agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar berpihak kepada buruh.
Aksi May Day 2026 di Surabaya juga berlangsung relatif tertib dan damai. Aparat keamanan tampak berjaga di sejumlah titik untuk memastikan jalannya demonstrasi tetap kondusif. Selain itu, koordinasi antara pihak kepolisian dan koordinator lapangan buruh dinilai berjalan baik, sehingga tidak terjadi bentrokan atau gangguan berarti selama aksi berlangsung.
Meski demikian, kehadiran ribuan massa tentu berdampak pada arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama di Surabaya. Beberapa jalan di sekitar lokasi aksi mengalami kepadatan, terutama di kawasan Jalan Pahlawan dan sekitarnya. Namun, pihak berwenang telah melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengurangi kemacetan dan memastikan mobilitas masyarakat tetap terjaga.
Momentum May Day tahun ini menjadi refleksi penting bagi semua pihak, khususnya pemerintah dan pelaku industri, untuk lebih memperhatikan kondisi pekerja di Indonesia. Buruh sebagai salah satu pilar utama pembangunan ekonomi diharapkan mendapatkan perlindungan dan kesejahteraan yang layak.
Dengan berakhirnya aksi tersebut, para buruh berharap tuntutan yang telah disampaikan tidak hanya didengar, tetapi juga ditindaklanjuti secara konkret. Mereka menegaskan akan terus mengawal kebijakan ketenagakerjaan agar lebih adil dan berpihak kepada kaum pekerja di masa mendatang.










