Komisi D DPRD Jatim Desak PT KAI Evaluasi Lahan Tidak Produktif dan Perlintasan Rawan Kecelakaan

0
148

SURABAYA | BERITA ADIKARA – Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur memberikan atensi serius terhadap masalah keselamatan masyarakat, khususnya terkait keberadaan lahan tidak produktif dan maraknya perlintasan kereta api sebidang yang tidak terjaga di wilayah Jawa Timur.

Anggota Komisi D DPRD Jatim, Harisandi Savari, S.Pt., S.T., menegaskan perlunya inventarisasi dan evaluasi menyeluruh yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

“Komisi D saat ini sedang menyoroti secara serius soal keberadaan tanah tidak produktif, di mana hal ini minim diinventarisasi dan dievaluasi. Khususnya oleh pemerintah provinsi dan PT KAI selaku pihak yang memiliki kewenangan, kami minta untuk sesegera mungkin melakukan evaluasi secara menyeluruh. Ini penting untuk keselamatan masyarakat di Provinsi Jawa Timur,” ujar Harisandi.

Lebih lanjut, Harisandi juga merespons kekhawatiran

masyarakat terkait banyaknya perlintasan kereta api tanpa palang pintu dan tidak berpenjaga. Pihaknya mendesak otoritas terkait untuk segera melakukan evaluasi terhadap fasilitas keselamatan yang dinilai masih sangat minim di daerah-daerah rawan kecelakaan.

Terkait opsi penutupan perlintasan liar, ia menyebut bahwa langkah tersebut memang masuk dalam pantauan dewan, namun pelaksanaannya tidak bisa dilakukan secara gegabah.

“Itu tentu menjadi atensi kami juga, tapi kan itu perlu kajian khusus dari PT KAI, mana saja yang terpenting saat ini dan mana titik-titik tidak produktif yang harus dievaluasi sekarang,” jelasnya.

Selain infrastruktur, Komisi D turut membahas nasib para relawan atau masyarakat swadaya yang selama ini menjaga perlintasan namun belum berada di bawah pengelolaan resmi PT KAI. Harisandi menyatakan bahwa DPRD telah berkomunikasi dengan pihak perusahaan agar sistem penjagaan dapat lebih dioptimalkan.

“Itu juga kita bahas. Kami sempat meminta pihak perusahaan mengenai bagaimana titik-titik yang minim penjagaan itu bisa dimaksimalkan ke depannya,” pungkasnya

Leave a reply