Hadapi Ketidakpastian Ekonomi, Anggota DPRD Jatim Indra Wijaya Dorong Penguatan UMKM sebagai Ujung Tombak

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Partai Demokrat, Indra Wijaya
SURABAYA | BERITA ADIKARA– Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Partai Demokrat, Indra Wijaya, mengingatkan semua pihak untuk mewaspadai dampak ketidakpastian ekonomi yang diprediksi masih akan terus membayangi.
Sebagai langkah antisipasi yang konkret, ia mendesak pemerintah untuk memfokuskan program pada penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Indra Wijaya menegaskan bahwa peringatan dari berbagai pengamat terkait kondisi perekonomian saat ini tidak boleh dipandang sebelah mata. Menurutnya, dampak dari ketidakpastian ekonomi ini sangat serius dan memiliki efek domino yang luas terhadap kehidupan masyarakat.
“Tentu ini akan berdampak luas, dampaknya bisa merembet ke mana-mana karena pengaruhnya memang luar biasa. Sudah banyak pengamat yang mengingatkan agar kita harus bersiap (prepare) menghadapi perekonomian yang tidak menentu ini. Ini adalah situasi yang serius dan tidak boleh kita anggap remeh,” tegas Indra Wijaya.
Terkait solusi untuk meredam dampak negatif perekonomian tersebut, politisi Partai Demokrat ini menekankan pentingnya intervensi pemerintah dalam melindungi dan mendukung pelaku usaha kecil. Ia menyebut UMKM merupakan sektor vital yang menjadi penggerak utama sekaligus benteng pertahanan ekonomi di tingkat akar rumput.
“Pemerintah memang harus melakukan penguatan, terutama terhadap sektor UMKM. Mereka ini adalah ujung tombak perekonomian kita. Jadi, kita harus benar-benar memperkuat posisi mereka,” jelasnya.
Tiga Langkah Strategis Dukung UMKM
Lebih lanjut, Indra merinci beberapa langkah strategis dan konkret yang harus segera direalisasikan oleh pemerintah untuk memberikan supporting (dukungan) penuh kepada para pelaku UMKM, antara lain:
–Pemberian Bantuan Alat Kerja, Pemerintah daerah diharapkan dapat mengalokasikan anggaran untuk memberikan bantuan alat-alat produksi yang dapat menunjang efisiensi dan kualitas produk UMKM.
–Penyaluran Stimulus Ekonomi, Memberikan program stimulus yang tepat sasaran agar roda perputaran modal pelaku usaha kecil tetap berjalan di tengah menurunnya daya beli masyarakat.
–Kemudahan Akses Permodalan, Memangkas birokrasi dan mempermudah syarat peminjaman modal dari lembaga keuangan atau bank milik daerah bagi para pelaku UMKM.
“Kita bisa mulai dengan memberikan bantuan alat-alat, stimulus, dan yang terpenting adalah akses permodalan yang harus dipermudah bagi para pelaku UMKM. Intinya, kita harus menguatkan dan memberikan supporting yang maksimal untuk UMKM agar mereka bisa bertahan dan terus berkembang,” pungkas Indra.










