Ribuan Jemaah Padati Grahadi dalam Tabligh Akbar Hari Santri 2026

0
42
Ribuan Jemaah Padati Grahadi dalam Tabligh Akbar Hari Santri 2026

SURABAYA | BERITA ADIKARA – Ribuan jemaah memadati halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Jumat malam, 23 Oktober 2026, untuk mengikuti kegiatan Jawa Timur Bersholawat dan Tabligh Akbar. Acara keagamaan tersebut diselenggarakan sebagai bentuk rasa syukur atas Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur sekaligus memperingati Hari Santri Nasional 2026.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Kegiatan ini menghadirkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama pendakwah Muhammad Iqdam Kholid atau Gus Iqdam serta ulama Syekh Afeefuddin Al-Jailani. Ribuan peserta dari berbagai daerah mengikuti rangkaian acara yang diisi dengan pembacaan selawat, tausiah keagamaan, zikir, dan doa bersama.

Suasana halaman Grahadi berlangsung khidmat ketika para jemaah melantunkan selawat yang diiringi Hadrah Sabilu Taubah. Acara tersebut juga diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Roy Mahendra, qari remaja yang meraih prestasi dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXXI Jawa Timur 2025. Berdasarkan pemberitaan Bisnis.com, kegiatan ini diikuti sekitar 20.000 jemaah.

Dalam sambutannya, Khofifah mengingatkan bahwa Hari Santri bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan momentum untuk mengenang kontribusi para ulama dan santri dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Ia menekankan pentingnya memahami kembali sejarah Resolusi Jihad yang diserukan oleh KH Hasyim Asy’ari pada masa perjuangan kemerdekaan.

Menurut Khofifah, semangat perjuangan tersebut perlu diteruskan oleh generasi santri masa kini melalui kontribusi nyata bagi masyarakat dan negara. Para santri diharapkan tidak hanya memperdalam ilmu agama, tetapi juga mengambil peran dalam menjaga persatuan, memperkuat kebangsaan, serta mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ia juga mengajak seluruh jemaah untuk bersama-sama mendoakan agar Indonesia senantiasa berada dalam keadaan aman, damai, dan mendapatkan keberkahan. Pesan tersebut menjadi salah satu inti kegiatan yang memadukan nilai spiritual dengan semangat nasionalisme.

Sementara itu, Gus Iqdam menyampaikan bahwa kegiatan Jawa Timur Bersholawat merupakan wujud rasa syukur atas perjalanan dan pencapaian Provinsi Jawa Timur selama 81 tahun. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan perlu disertai kesadaran untuk bersyukur serta memperkuat hubungan antarsesama.

Menurutnya, masyarakat perlu memaknai rasa syukur tidak hanya melalui kegiatan seremonial, tetapi juga dengan menjaga kebersamaan dan melakukan berbagai hal positif dalam kehidupan sehari-hari. Kehadiran para ulama dan masyarakat dalam satu majelis diharapkan dapat mempererat hubungan sosial sekaligus meningkatkan keimanan.

Syekh Afeefuddin Al-Jailani juga menyampaikan apresiasinya terhadap kecintaan masyarakat Indonesia kepada Nabi Muhammad SAW. Ia menilai kegiatan selawat menjadi salah satu sarana untuk mempertemukan masyarakat dalam suasana penuh kedamaian dan kebersamaan.

Melalui penyelenggaraan Tabligh Akbar di Grahadi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap peringatan Hari Santri dapat menjadi pengingat mengenai pentingnya menjaga nilai keagamaan, persatuan, dan semangat pengabdian kepada bangsa.

Perayaan tersebut sekaligus menegaskan bahwa warisan perjuangan para santri dan ulama tetap relevan dalam kehidupan modern. Semangat itu diharapkan dapat diwujudkan melalui pendidikan, kepedulian sosial, serta partisipasi aktif generasi muda dalam membangun Jawa Timur dan Indonesia yang lebih baik.