BEM UI Gelar Aksi ‘Merebut Kemerdekaan’ di Bundaran HI, Delapan Tuntutan Disuarakan

0
4
BEM UI Gelar Aksi ‘Merebut Kemerdekaan’ di Bundaran HI, Delapan Tuntutan Disuarakan

JAKARTA | BERITA ADIKARA – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa, 18 Agustus 2026. Aksi yang berlangsung sehari setelah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut mengusung tema #MerebutKemerdekaan. Melalui aksi ini, mahasiswa menyampaikan kritik terhadap sejumlah persoalan yang dinilai masih menghambat terwujudnya kehidupan bernegara yang berdaulat, adil, dan sejahtera.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Sebelum menuju pusat aksi, ratusan mahasiswa UI berkumpul di kawasan kampus sebagai titik keberangkatan. Massa kemudian bergerak menuju Jakarta Pusat untuk bergabung dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi lainnya. BEM UI menyebut sekitar 500 mahasiswa dari UI turut bergerak, sementara jumlah massa yang direncanakan bergabung dengan elemen mahasiswa lainnya mencapai sekitar 1.000 orang.

Pemilihan momentum sehari setelah perayaan kemerdekaan menjadi bagian penting dari pesan yang ingin disampaikan mahasiswa. Mereka mempertanyakan makna kemerdekaan dalam kehidupan masyarakat saat ini. Bagi peserta aksi, peringatan kemerdekaan tidak seharusnya berhenti pada seremoni tahunan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengevaluasi sejauh mana prinsip kebebasan, keadilan, kesejahteraan, dan kedaulatan benar-benar dirasakan masyarakat.

Dalam aksinya, BEM UI membawa delapan tuntutan utama. Tuntutan tersebut mencakup persoalan politik, ekonomi, hukum, kesejahteraan, pembangunan, kebencanaan, hingga kebebasan sipil. Mahasiswa antara lain menyerukan pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme, pelaksanaan reforma agraria, serta penurunan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak.

Mahasiswa juga meminta pemerintah melakukan evaluasi terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN). Selain itu, mereka menyerukan penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Tuntutan lainnya berkaitan dengan Transfer ke Daerah (TKD), otonomi daerah, serta penanganan bencana di sejumlah wilayah Sumatra dan Flores.

Persoalan ruang sipil juga menjadi salah satu perhatian utama. BEM UI meminta pemerintah menghentikan apa yang mereka sebut sebagai tindakan represif serta intervensi TNI dan Polri dalam ruang sipil. Mereka juga menyoroti keberadaan Yonif Teritorial Pembangunan (Yonif-TP), yang menurut pihak BEM UI menimbulkan kekhawatiran terhadap potensi kembalinya praktik dwifungsi militer seperti yang diasosiasikan dengan masa Orde Baru.

Dalam pelaksanaannya, perjalanan massa menuju Bundaran HI sempat tertahan di kawasan Dukuh Atas. Aparat kepolisian membentuk barikade untuk menghalangi pergerakan massa menuju titik aksi. Mahasiswa yang tertahan kemudian menyampaikan aspirasi melalui orasi dari atas mobil komando. Situasi tersebut juga menyebabkan adanya pengalihan arus kendaraan di Jalan Jenderal Sudirman yang mengarah ke Bundaran HI.

Meski terjadi penahanan pergerakan massa, aksi tetap menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan kritik. Berbagai spanduk dan atribut dibawa dalam demonstrasi, sementara peserta secara bergantian menyampaikan pandangan mengenai kondisi sosial dan politik nasional. Momentum tersebut memperlihatkan bagaimana kelompok mahasiswa masih menggunakan ruang publik sebagai sarana menyampaikan aspirasi terhadap kebijakan pemerintah.

BEM UI juga menyadari bahwa aksi di pusat kota berpotensi menimbulkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat, khususnya lalu lintas. Perwakilan mahasiswa menyampaikan permohonan maaf kepada warga yang terdampak kemacetan. Namun, mereka menilai gangguan tersebut bersifat sementara dibandingkan dengan persoalan struktural yang menurut mereka telah berlangsung dalam waktu panjang.

Aksi #MerebutKemerdekaan pada akhirnya menjadi bentuk kritik mahasiswa terhadap kondisi bangsa sekaligus pengingat bahwa makna kemerdekaan terus diperdebatkan dari generasi ke generasi. Bagi mahasiswa, kemerdekaan bukan hanya terbebas dari penjajahan, tetapi juga berkaitan dengan kemampuan masyarakat menikmati keadilan, memperoleh kesempatan ekonomi, mendapatkan pendidikan dan layanan kesehatan, serta memiliki kebebasan untuk menyampaikan pendapat.

Demonstrasi tersebut menunjukkan bahwa peringatan kemerdekaan masih menjadi momentum refleksi bagi kelompok masyarakat yang ingin menyuarakan berbagai persoalan nasional. Delapan tuntutan yang dibawa BEM UI menjadi gambaran isu yang mereka anggap mendesak untuk mendapatkan perhatian pemerintah. Ke depan, penyelesaian berbagai persoalan tersebut membutuhkan ruang dialog antara pemerintah, mahasiswa, dan masyarakat agar kritik yang disampaikan dapat menjadi bagian dari proses perbaikan kehidupan berbangsa dan bernegara.