Khofifah Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Grahadi Dipenuhi Atraksi Seni Bertema Kedaulatan Pangan

0
4
Khofifah Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Grahadi Dipenuhi Atraksi Seni Bertema Kedaulatan Pangan

SURABAYA | BERITA ADIKARA Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Senin (17/8/2026), berlangsung meriah, khidmat, dan penuh makna. Tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, peringatan kemerdekaan kali ini juga menghadirkan berbagai pertunjukan seni dan budaya yang menggambarkan kekayaan serta potensi Jawa Timur, khususnya di sektor pangan. Tema besar yang diangkat dalam peringatan tahun ini adalah “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, dengan pesan utama mengenai pentingnya kedaulatan pangan sebagai fondasi pembangunan daerah dan nasional.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi hari. Ribuan masyarakat memadati halaman Gedung Negara Grahadi untuk mengikuti upacara pengibaran Bendera Merah Putih sekaligus menyaksikan berbagai pertunjukan yang telah dipersiapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Suasana nasionalisme terasa begitu kuat ketika alunan musik dari Marching Band Gita Swara Nala mengiringi jalannya acara dan berhasil menarik perhatian para tamu undangan serta masyarakat yang hadir.

Salah satu penampilan yang paling menyita perhatian adalah Tari Kolosal bertema “Kedaulatan Pangan Jawa Timur”. Pertunjukan tersebut melibatkan ratusan penampil dari berbagai perguruan tinggi, termasuk Universitas Negeri Surabaya (Unesa), serta sejumlah sekolah di Jawa Timur. Melalui gerakan tari yang dinamis, para penampil menyampaikan pesan bahwa Jawa Timur memiliki potensi besar dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Tidak hanya menampilkan tarian, rangkaian acara juga diperkaya dengan berbagai atraksi budaya lainnya, seperti Banyuwangi Ethno Carnival, pertunjukan gantole, hingga penampilan Reyog Kyai Lodro yang telah meraih penghargaan tingkat nasional. Berbagai pertunjukan tersebut menjadi simbol keberagaman budaya Jawa Timur yang tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bertindak langsung sebagai inspektur upacara. Didampingi Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Khofifah mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum kemerdekaan sebagai sarana memperkuat persatuan dan semangat gotong royong. Menurutnya, kemerdekaan bukan sekadar perayaan, melainkan kesempatan untuk menumbuhkan optimisme dalam membangun Indonesia yang lebih baik.

Menariknya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengikuti upacara secara langsung dengan menyediakan 4.000 undangan gratis. Sebanyak 2.000 undangan dialokasikan untuk upacara pengibaran bendera pada pagi hari, sedangkan 2.000 undangan lainnya diperuntukkan bagi masyarakat yang ingin menyaksikan upacara penurunan bendera pada sore hari. Kebijakan tersebut menjadi bentuk keterbukaan pemerintah dalam melibatkan masyarakat dalam peringatan hari kemerdekaan.

Pesan mengenai kedaulatan pangan juga disampaikan melalui berbagai media pertunjukan, termasuk peragaan busana yang menampilkan hasil pertanian, perikanan, dan peternakan sebagai bagian dari kekayaan sumber daya Jawa Timur. Penyelenggara ingin menunjukkan bahwa sektor pangan tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga kemandirian bangsa.

Perpaduan antara upacara kenegaraan, seni budaya, dan partisipasi masyarakat menjadikan peringatan HUT ke-81 RI di Grahadi berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Acara tersebut tidak hanya menghadirkan suasana yang khidmat, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk merasakan kebanggaan terhadap identitas budaya daerah.

Melalui peringatan kemerdekaan ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap masyarakat dapat terus menjaga semangat persatuan, menghargai jasa para pahlawan, serta berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. Dari Grahadi, semangat kemerdekaan kembali ditegaskan sebagai energi bersama untuk membangun bangsa yang lebih maju di masa depan.