Kelangkaan BBM Subsidi di Bali Picu Antrean Panjang, Pertamina Percepat Distribusi

0
6
Kelangkaan BBM Subsidi di Bali Picu Antrean Panjang, Pertamina Percepat Distribusi

DENPASAR | BERITA ADIKARA — Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), terutama Pertalite yang disubsidi pemerintah, memicu antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Pulau Bali sejak awal Oktober 2026. Gangguan distribusi tersebut membuat masyarakat harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan bahan bakar, sementara aktivitas transportasi dan perekonomian warga ikut terdampak.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Antrean kendaraan dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan, Buleleng, dan Klungkung. Kondisi ini menimbulkan keresahan karena BBM merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat, pelaku usaha, pengemudi transportasi, serta sektor pariwisata yang menjadi salah satu penggerak ekonomi Bali.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan pelayanan tersebut. Ia menjelaskan bahwa persoalan ini dipicu oleh kendala teknis pada kapal pengangkut BBM yang menyebabkan proses sandar dan pembongkaran muatan terlambat.

Kapal yang semula dijadwalkan melakukan pembongkaran pada Senin, 12 Oktober 2026, pukul 06.30 WITA, baru dapat melakukannya sekitar pukul 22.00 WITA. Keterlambatan tersebut menghambat penyaluran bahan bakar dari terminal penyimpanan menuju SPBU. Pertamina menegaskan bahwa persoalan utama berada pada distribusi, bukan karena persediaan BBM nasional habis.

Gangguan Distribusi dan Lonjakan Permintaan

Selain kendala kapal pengangkut, kondisi cuaca buruk dan tingginya permintaan masyarakat turut memperberat situasi. Kekhawatiran terhadap kemungkinan kehabisan bahan bakar membuat sebagian warga mengisi BBM secara bersamaan, sehingga persediaan di beberapa SPBU lebih cepat habis.

Gubernur Bali Wayan Koster meminta masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Ia menyatakan bahwa persediaan di terminal BBM Manggis dan Sanggaran masih tersedia, tetapi penyaluran menuju SPBU mengalami hambatan akibat keterlambatan pengiriman dan kepadatan lalu lintas.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa ketersediaan stok di terminal tidak selalu menjamin BBM langsung tersedia di setiap SPBU. Ketika distribusi terganggu, kebutuhan masyarakat di tingkat pengecer tetap dapat mengalami kekurangan untuk sementara waktu.

Pertamina Tambah Pasokan dan Buka SPBU 24 Jam

Untuk mempercepat pemulihan, Pertamina meningkatkan pengiriman BBM ke Bali dan mengoptimalkan operasional terminal. Perusahaan juga menyiapkan tambahan pasokan sekitar 26.200 kiloliter yang dikirim secara bertahap melalui terminal BBM Sanggaran di Denpasar dan Manggis di Kabupaten Karangasem.

Sejumlah SPBU strategis di Denpasar dan Badung turut beroperasi selama 24 jam guna mempercepat pelayanan kepada masyarakat. Aparat keamanan juga membantu mengatur antrean kendaraan agar tidak mengganggu arus lalu lintas.

Pada 15 Oktober 2026, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa antrean BBM di Bali mulai terurai, meskipun kondisi belum sepenuhnya pulih. Pertamina masih melakukan koordinasi untuk memastikan distribusi berjalan lebih lancar.

Masyarakat Diminta Tidak Panik

Pemerintah mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi. Pembelian berlebihan justru berpotensi memperpanjang antrean dan memperburuk kekosongan stok di sejumlah SPBU.

Pemulihan distribusi menjadi penting agar aktivitas masyarakat, transportasi, dan pariwisata Bali kembali berjalan normal. Pemerintah bersama Pertamina diharapkan terus memperbaiki koordinasi pengiriman dan memberikan informasi terbuka mengenai ketersediaan BBM.

Peristiwa ini sekaligus menjadi evaluasi terhadap kesiapan sistem distribusi energi di wilayah kepulauan. Dengan pengawasan dan perencanaan logistik yang lebih baik, gangguan pengiriman diharapkan tidak kembali menimbulkan antrean panjang yang merugikan masyarakat.