Demo #IndonesiaSadar di Bundaran HI, Mahasiswa Sampaikan Lima Tuntutan kepada Pemerintah

Demo #IndonesiaSadar di Bundaran HI, Mahasiswa Sampaikan Lima Tuntutan kepada Pemerintah
JAKARTA | BERITA ADIKARA – Aksi demonstrasi bertajuk #IndonesiaSadar digelar oleh aliansi mahasiswa dan sejumlah elemen masyarakat sipil di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Rabu, 28 Oktober 2026. Aksi yang berlangsung di tengah peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tersebut diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi bersama sejumlah kelompok masyarakat sipil. Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dan Komite Selamatkan Daulat Rakyat (SADAR) menjadi bagian dari penggerak aksi yang menyoroti perjalanan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Sejak siang, massa mulai berdatangan ke kawasan Bundaran HI dengan membawa spanduk, poster, dan atribut organisasi. Para peserta menyampaikan aspirasi melalui orasi serta meneriakkan seruan yang menekankan pentingnya persatuan dan keberpihakan pemerintah terhadap kepentingan masyarakat.
Aksi tersebut mengusung seruan “Prabowo Gibran, Ini Lima Perintah Rakyat! Tepati atau Pergi!”. Melalui tuntutan tersebut, mahasiswa meminta pemerintah mengevaluasi kebijakan yang dinilai belum menjawab berbagai persoalan masyarakat. Mereka menegaskan bahwa peringatan Sumpah Pemuda seharusnya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperjuangkan keadilan sosial dan memperkuat demokrasi.
Lima tuntutan utama menjadi fokus demonstrasi. Pertama, mahasiswa mendesak penanganan bencana dan persoalan lingkungan secara lebih serius. Mereka meminta pemerintah menetapkan status bencana nasional untuk kondisi yang dinilai memenuhi kebutuhan penanganan berskala nasional, menindak korporasi yang terbukti bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan, serta memperbaiki tata kelola lahan.
Kedua, massa menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Mereka meminta agar penggunaan anggaran lebih mengutamakan kebutuhan masyarakat dan mengevaluasi program pemerintah yang dianggap berpotensi membebani keuangan negara. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) turut menjadi sorotan dalam tuntutan tersebut.
Ketiga, mahasiswa menuntut perbaikan akses pendidikan, layanan dasar, dan kesempatan kerja. Mereka menginginkan biaya pendidikan yang lebih terjangkau, pemerataan layanan publik, serta terciptanya lapangan pekerjaan yang layak bagi masyarakat. Persoalan ini dinilai penting karena berkaitan langsung dengan kesempatan generasi muda untuk meningkatkan taraf hidup dan berkontribusi dalam pembangunan.
Keempat, demonstran mendorong penegakan hukum yang adil serta pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Mereka meminta agar hukum tidak digunakan untuk melindungi kepentingan kelompok tertentu atau menjadi alat penyalahgunaan kekuasaan.
Kelima, massa menuntut perlindungan kebebasan sipil dan hak asasi manusia (HAM). Mereka menyuarakan penolakan terhadap penyempitan ruang kebebasan berpendapat serta meminta evaluasi terhadap keterlibatan militer dalam ranah sipil.
Dalam pelaksanaannya, aksi sempat diwarnai ketegangan antara peserta demonstrasi dan aparat keamanan. Sejumlah mahasiswa dilaporkan terlibat adu argumen dengan petugas ketika berusaha menuju titik aksi di Bundaran HI. Situasi desak-desakan juga menyebabkan beberapa peserta dilaporkan pingsan dan mendapatkan pertolongan dari tim medis di lokasi. Peristiwa tersebut menunjukkan pentingnya pengelolaan aksi yang memperhatikan keselamatan peserta maupun masyarakat sekitar.
Di sisi lain, aparat melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan di sekitar Jalan M.H. Thamrin dan kawasan pusat Jakarta. Masyarakat yang melintas di sekitar lokasi diimbau memperhatikan kondisi lalu lintas dan mengikuti arahan petugas.
Aksi #IndonesiaSadar berakhir pada Rabu malam. Berdasarkan laporan Katadata, massa mulai membubarkan diri sekitar pukul 19.45 WIB dan kondisi kawasan Bundaran HI berangsur kondusif. Meski demonstrasi telah selesai, mahasiswa menekankan pentingnya mengawal kebijakan pemerintah agar tuntutan yang disampaikan tidak berhenti sebagai suara di jalanan.
Melalui aksi ini, mahasiswa berharap pemerintah membuka ruang dialog yang lebih luas dan memberikan tanggapan konkret terhadap aspirasi masyarakat. Peringatan Sumpah Pemuda pun menjadi pengingat bahwa semangat persatuan perlu berjalan seiring dengan keberanian menyampaikan kritik secara bertanggung jawab, demi mewujudkan pemerintahan yang transparan, adil, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.









