Pidato Netanyahu di Sidang PBB Diwarnai Walkout, Sejumlah Pihak Jadi Sasaran Kritik

0
19
Pidato Netanyahu di Sidang PBB Diwarnai Walkout, Sejumlah Pihak Jadi Sasaran Kritik

NEW YORK | BERITA ADIKARA — Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81 di New York berlangsung dalam suasana tegang ketika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidatonya, Kamis (24/9/2026). Sejumlah delegasi negara memilih meninggalkan ruang sidang saat Netanyahu naik ke podium sebagai bentuk protes.

Aksi walkout tersebut membuat sebagian kursi delegasi di ruang sidang kosong ketika Netanyahu mulai berbicara. Rekaman dari sejumlah media juga memperlihatkan beberapa diplomat meninggalkan ruangan secara bersamaan. Delegasi Indonesia termasuk yang melakukan aksi tersebut.

Suasana semakin ramai karena sebagian peserta sidang terdengar mencemooh, sementara delegasi Israel yang berada di dalam ruangan berdiri dan memberikan tepuk tangan untuk Netanyahu. Ketua persidangan kemudian meminta peserta menjaga ketertiban.

Alih-alih menghentikan pidatonya, Netanyahu justru merespons aksi tersebut dengan menyebut mereka yang meninggalkan ruangan sebagai pengecut moral. Ia juga mempersilakan delegasi lain yang tidak ingin mendengarkan pidatonya untuk melakukan hal serupa.

Dalam pidatonya, Netanyahu menggunakan panggung PBB untuk mempertahankan posisi pemerintah Israel terkait operasi militernya di kawasan. Ia menolak tuduhan bahwa Israel melakukan genosida di Gaza dan menyatakan tindakan militer negaranya ditujukan untuk menghadapi Hamas. Israel sebelumnya memang telah menolak tuduhan genosida tersebut.

Netanyahu juga melontarkan kritik kepada sejumlah pihak yang selama ini mengecam kebijakan pemerintahannya. Salah satu yang menjadi sasaran adalah Wali Kota New York Zohran Mamdani.

Sebelumnya, Mamdani secara terbuka mengkritik Netanyahu dan menyebut kebijakan Israel terhadap Palestina dengan istilah yang keras. Netanyahu kemudian membalas kritik tersebut dengan menuduh Mamdani mendukung Hamas dan menyebarkan informasi yang menurutnya merugikan Israel. Mamdani sendiri menolak tuduhan tersebut dan menyatakan kritik terhadap kebijakan Israel tidak seharusnya disamakan dengan antisemitisme.

Selain Mamdani, Netanyahu juga membahas Iran serta sejumlah negara Barat yang dinilai bersikap kritis terhadap Israel. Ia menyinggung operasi militer terhadap Iran dan mempertahankan langkah Israel dalam menghadapi ancaman yang disebutnya berasal dari negara tersebut.

Pidato Netanyahu berlangsung ketika tekanan diplomatik terhadap Israel terkait perang Gaza masih menjadi salah satu isu utama dalam Sidang Majelis Umum PBB. Di luar gedung PBB, demonstrasi juga berlangsung dengan peserta yang menentang kebijakan pemerintah Israel dan meminta penghentian kekerasan di Gaza. Polisi New York bahkan melakukan penangkapan terhadap sejumlah demonstran dalam aksi tersebut.

Aksi walkout di ruang sidang dan demonstrasi di luar gedung PBB menunjukkan kuatnya perbedaan pandangan mengenai konflik Israel-Palestina. Sementara Netanyahu berupaya menggunakan forum internasional untuk membela kebijakan Israel, sejumlah negara dan kelompok masyarakat sipil terus menyuarakan kritik terhadap operasi militer Israel dan situasi kemanusiaan di Gaza.

Dengan demikian, pidato Netanyahu di Sidang Umum PBB tahun ini tidak hanya menjadi forum penyampaian posisi pemerintah Israel, tetapi juga berlangsung di tengah pertentangan diplomatik dan politik yang masih tajam mengenai konflik di Timur Tengah.