Manchester City Dinyatakan Melanggar Aturan Finansial Premier League, Sanksi Menanti

0
33
Manchester City Dinyatakan Melanggar Aturan Finansial Premier League, Sanksi Menanti

MANCHESTER | BERITA ADIKARA — Manchester City menghadapi babak baru dalam perkara pelanggaran aturan finansial Premier League setelah komisi independen menyatakan klub tersebut bersalah atas seluruh dakwaan yang berkaitan dengan pelanggaran serius terhadap regulasi keuangan selama periode sembilan musim.

Putusan yang diumumkan Premier League pada Selasa (29/9/2026) menjadi perkembangan besar dalam perkara yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Kasus tersebut bermula dari penyelidikan panjang Premier League terhadap aktivitas finansial Manchester City, sebelum akhirnya lebih dari 100 dakwaan dibawa ke hadapan komisi independen pada 2023.

Pelanggaran yang menjadi pokok perkara berlangsung pada musim 2009/2010 hingga 2017/2018. Dalam periode tersebut, komisi menemukan adanya persoalan terkait pelaporan keuangan, transaksi komersial, serta kepatuhan klub terhadap aturan pengeluaran yang diberlakukan Premier League dan UEFA.

Salah satu temuan utama berkaitan dengan sejumlah kesepakatan komersial yang oleh komisi disebut sebagai kontrak “semu”. Kesepakatan tersebut dinilai tidak menggambarkan secara sebenarnya hubungan dan nilai transaksi antara Manchester City dengan sejumlah mitra komersialnya.

Menurut hasil putusan, mekanisme tersebut digunakan untuk meningkatkan pendapatan yang tercatat dan mengurangi biaya yang dilaporkan klub. Premier League menyebut dampak dari skema tersebut mencapai lebih dari 900 juta poundsterling selama periode yang diperiksa.

Komisi juga menyatakan Manchester City menyerahkan laporan keuangan yang tidak mencerminkan kondisi sebenarnya kepada auditor serta regulator sepak bola. Akibatnya, klub dinilai tidak memberikan gambaran yang akurat mengenai posisi finansialnya dalam kaitannya dengan aturan Profitability and Sustainability Rules (PSR) milik Premier League dan regulasi Financial Fair Play UEFA.

Selain pelanggaran finansial, Manchester City juga dinyatakan bersalah atas sebagian besar dakwaan terkait kerja sama dengan penyelidikan Premier League. Komisi menilai klub melakukan sejumlah tindakan yang menghambat proses pemeriksaan selama penyelidikan berlangsung.

Penyelidikan resmi Premier League terhadap Manchester City dimulai pada 2018. Setelah melalui proses investigasi selama beberapa tahun, Premier League kemudian membawa perkara tersebut ke komisi independen pada Februari 2023. Persidangan berlangsung selama 42 hari dan berakhir pada Desember 2024 dengan ribuan halaman bukti yang harus diperiksa sebelum putusan akhirnya diumumkan.

Meski putusan telah menyatakan Manchester City bersalah, perkara tersebut belum sepenuhnya berakhir. Hingga saat ini, komisi belum menetapkan sanksi akhir terhadap klub. Hukuman akan diputuskan melalui proses tersendiri setelah mempertimbangkan pelanggaran yang telah terbukti.

Dalam aturan Premier League, sanksi terhadap klub yang terbukti melanggar regulasi finansial dapat mencakup berbagai bentuk hukuman, termasuk denda dan pengurangan poin. Dalam kasus yang berat, terdapat pula kemungkinan hukuman yang lebih serius, meskipun bentuk hukuman terhadap Manchester City belum ditentukan.

Manchester City sendiri tetap membantah telah melakukan pelanggaran. Klub menyatakan kecewa dan terkejut dengan hasil putusan komisi independen. Manajemen klub juga menegaskan bahwa mereka memiliki bukti yang menurut mereka mendukung posisi Manchester City dan berencana menggunakan jalur banding yang tersedia.

Klub diberi waktu hingga 2 Oktober 2026 untuk mengajukan banding. Jika proses tersebut ditempuh, penerapan sanksi dapat kembali tertunda hingga mekanisme banding selesai. Proses banding akan diperiksa oleh komisi baru yang terdiri dari tiga orang dan keputusan akhirnya akan menjadi bagian penting dalam menentukan kelanjutan perkara.

Perkara Manchester City menjadi salah satu kasus disipliner terbesar yang pernah dihadapi Premier League. Selain menyangkut masa lalu finansial klub, hasil akhir perkara ini berpotensi memengaruhi posisi Manchester City dalam kompetisi dan membuka kemungkinan munculnya persoalan lanjutan dari klub-klub lain yang merasa terdampak.

Untuk saat ini, perhatian sepak bola Inggris tertuju pada dua tahapan berikutnya, yakni keputusan mengenai sanksi serta proses banding Manchester City. Dengan demikian, putusan bersalah yang telah diumumkan belum menjadi penutup kasus, melainkan memasuki fase baru yang masih dapat berlangsung melalui jalur hukum dan regulasi sepak bola Inggris.