HUT ke-81 Jawa Timur, Khofifah Ajak Masyarakat Perkuat Pembangunan Berkelanjutan

HUT ke-81 Jawa Timur, Khofifah Ajak Masyarakat Perkuat Pembangunan Berkelanjutan
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin upacara tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan provinsi. Ia menegaskan bahwa kemajuan Jawa Timur tidak terlepas dari keterlibatan masyarakat, aparatur pemerintah, dunia usaha, serta berbagai kelompok yang bekerja di bidang sosial dan ekonomi.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Dalam kesempatan itu, Khofifah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus meningkatkan daya saing daerah, memperluas kesempatan bagi warga, serta memastikan pembangunan dapat berlangsung secara berkelanjutan. Menurutnya, capaian yang telah diraih perlu dipertahankan, sementara berbagai kekurangan harus menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kebijakan pada masa mendatang.
Nawa Bhakti Satya Menjadi Arah Pembangunan

Dalam sambutannya, Khofifah kembali menekankan pentingnya program Nawa Bhakti Satya sebagai landasan prioritas pembangunan Jawa Timur hingga 2029. Program tersebut mencakup sembilan bidang pengabdian yang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat perekonomian, serta memperbaiki kualitas pelayanan publik.
Sejumlah sektor menjadi perhatian pemerintah daerah, mulai dari pengentasan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, pendidikan, kesehatan, hingga penguatan ketahanan pangan. Pemerintah juga mendorong agar hasil pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat di seluruh wilayah Jawa Timur.
Dalam bidang kesejahteraan, data Maret 2026 menunjukkan tingkat kemiskinan Jawa Timur berada pada angka 9,06 persen, turun dibandingkan 9,50 persen pada tahun sebelumnya. Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka pada Mei 2026 tercatat sebesar 3,42 persen.
Capaian tersebut menjadi salah satu indikator perkembangan daerah, tetapi pemerintah masih perlu melanjutkan berbagai upaya agar kesempatan kerja dan peningkatan kesejahteraan dapat menjangkau lebih banyak warga.
Ketahanan Pangan dan Pendidikan Turut Menjadi Sorotan

Jawa Timur juga mempertahankan perannya sebagai salah satu daerah penting dalam sektor pertanian nasional. Sepanjang 2025, produksi gabah kering giling provinsi ini mencapai lebih dari 10,4 juta ton, atau sekitar 17,34 persen dari kebutuhan beras nasional.
Khofifah mengapresiasi kontribusi petani, peternak, dan nelayan dalam menjaga ketersediaan pangan. Menurutnya, sektor tersebut perlu terus diperkuat agar mampu mendukung kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Di bidang pendidikan, pemerintah provinsi mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pengembangan pendidikan vokasi, perguruan tinggi, dan pesantren. Program pendidikan tersebut diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi generasi muda untuk mengembangkan keterampilan dan bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Sementara itu, dalam sektor kesehatan, cakupan perlindungan jaminan kesehatan masyarakat Jawa Timur hingga September 2026 dilaporkan mencapai 96,12 persen. Pemerintah juga terus mengembangkan pelayanan publik berbasis digital untuk meningkatkan efisiensi administrasi dan mempermudah akses masyarakat terhadap layanan pemerintahan.
Apresiasi bagi Tokoh yang Berkontribusi

Rangkaian upacara HUT ke-81 Jawa Timur turut diisi dengan pemberian tanda kehormatan Lencana Jer Basuki Mawa Beya kepada sejumlah tokoh yang dinilai memberikan kontribusi bagi daerah. Penghargaan tersebut diberikan kepada pejabat publik, tokoh masyarakat, penggiat sosial, dan pelaku usaha.
Pemberian penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan atas peran berbagai pihak dalam mendukung pembangunan Jawa Timur di bidang masing-masing.
Menutup peringatan tersebut, Khofifah mengajak masyarakat untuk menjaga semangat kebersamaan dan memperkuat sinergi dalam menghadapi tantangan pembangunan. Ia menekankan bahwa kemajuan daerah tidak hanya diukur dari capaian ekonomi, tetapi juga dari pemerataan kesejahteraan, kualitas pelayanan publik, dan kelestarian lingkungan.
Peringatan HUT ke-81 Jawa Timur pun menjadi pengingat bahwa pembangunan merupakan tanggung jawab bersama. Dengan kolaborasi pemerintah dan masyarakat, Jawa Timur diharapkan dapat terus berkembang menjadi daerah yang berdaya saing, inklusif, dan mampu memberikan manfaat bagi seluruh warganya.









