HUT Jatim ke -81, Mentan Sebut Jawa Timur sebagai Pilar Pertanian dan Peternakan Nasional

0
240
HUT Jatim ke -81, Mentan Sebut Jawa Timur sebagai Pilar Pertanian dan Peternakan Nasional

Surabaya | Berita Adikara – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk memperkuat sektor pertanian dan peternakan di Jawa Timur. Kementerian Pertanian menyiapkan dukungan anggaran sekitar Rp3 triliun bagi Jawa Timur pada periode 2025–2026, ditambah dana Rp600 miliar yang akan segera disalurkan, terutama untuk memperkuat peternakan dan pembibitan ayam.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Hal ini disampaikan Amran dalam orasi ilmiah pada Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di Gedung DPRD Jawa Timur, Surabaya, Senin (12/10/2026).

Menurut Amran, Jawa Timur memiliki peran strategis bagi pertanian nasional karena kontribusinya yang konsisten pada produksi padi, jagung, daging ayam, dan gula. Ia menyebut produksi padi Jawa Timur tertinggi, sektor ayamnya kuat, jagungnya besar, dan gulanya nomor satu.

Karena itu, dukungan anggaran Kementan untuk Jawa Timur juga menjadi yang terbesar. Dana tambahan Rp600 miliar diarahkan untuk mengembangkan grandparent stock (GPS) atau ayam bibit agar menghasilkan DOC unggul, sehingga posisi Jawa Timur sebagai pusat pembibitan ayam nasional semakin kokoh.

Selain pembibitan, Kementan mendorong pembangunan pabrik pengolahan telur menjadi tepung telur sebagai bagian dari hilirisasi dan upaya mengurangi ketergantungan impor. Jawa Timur bersama Lampung dan Jawa Tengah diproyeksikan menjadi pilar utama industri ini.

Di sektor tanaman pangan, Jawa Timur dinilai sebagai kekuatan utama dalam menjaga swasembada beras nasional melalui pembaruan kebijakan, efisiensi teknologi budidaya, dan bantuan benih bagi petani. Di sektor perkebunan, Jawa Timur menyumbang sekitar 50 persen produksi gula nasional. Kementan terus mengawal hilirisasi dan mempercepat peremajaan tebu rakyat dengan target tuntas pada 2028.

Amran menutup orasinya dengan menekankan pentingnya pembenahan tata niaga dan pengawasan rantai distribusi agar peningkatan produksi berdampak langsung pada pendapatan petani dan peternak. Ia berharap jika seluruh daerah bergerak bersama seperti Jawa Timur, hasilnya bisa eksponensial, daerah semakin kuat, petani dan peternak semakin sejahtera, serta swasembada pangan yang sudah dicapai tetap terjaga.

Aldi Rismawan