Momentum HUT Ke-81 Jatim, Dishub Dorong Pengesahan Perda Transportasi Terintegrasi untuk Perluasan Layanan.

0
184

SURABAYA | Berita Adikara – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur, Dr. Ir. Nyono, S.T., M.T., IPU., menyoroti pentingnya segera disahkannya Peraturan Daerah Perda Transportasi Terintegrasi.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Langkah ini dinilai krusial untuk menjamin ketersediaan anggaran sekaligus memperluas cakupan layanan transportasi publik yang merata di seluruh wilayah Jawa Timur.

Nyono menyampaikan harapannya agar seiring dengan membaiknya kondisi fiskal Pemerintah Provinsi Pemprov Jawa Timur, alokasi anggaran untuk sektor transportasi publik dapat ditingkatkan.

“Kita ingin agar fiskal Pemprov membaik, kemudian anggaran melalui Perda Transportasi Terintegrasi itu nanti segera bisa disahkan. Mudah-mudahan ada cukup anggaran yang diberikan Pemprov pada transportasi publik,” ujar Nyono dalam keterangannya.

Hari jadi jatim ke -81

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa komitmen Pemprov Jatim terhadap transportasi publik tidak hanya berfokus pada angkutan darat, melainkan juga melingkupi konektivitas antarwilayah melalui jalur laut (Trans Laut).

Terkait pendanaan proyek ekspansi ini, Dishub Jatim akan berupaya mengajukan dukungan anggaran dari pemerintah pusat. Namun, Nyono memastikan bahwa Pemprov Jatim tetap siap menggunakan skema kemandirian daerah apabila bantuan dari pusat belum dapat direalisasikan. Salah satu rute perintis yang disorot adalah optimalisasi Bandara Masalembu yang akan dihubungkan dengan Bandara Trunojoyo.

Nyono juga menekankan esensi dari penamaan ‘Trans Jatim’. Menurutnya, layanan angkutan ini tidak boleh hanya terpusat di wilayah aglomerasi tertentu, melainkan harus menjangkau seluruh Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) di Jawa Timur.

“Ini namanya Trans Jatim, bukan sekadar Trans Gerbangkertosusila atau Trans Malang Raya. Jadi nanti, insyaallah, operasionalnya menjangkau seluruh Jawa Timur, mulai dari Jember Raya, Bojonegoro Raya, Madiun Raya, Pamekasan Raya, Kediri Raya, dan aglomerasi lainnya,” tegasnya.

Melalui payung hukum Perda Transportasi Terintegrasi yang tengah didorong, Dishub Jatim menargetkan terbentuknya sistem angkutan publik modern yang andal.

“Mudah-mudahan layanan terintegrasi ini bisa menjangkau masyarakat secara merata. Memberikan layanan transportasi yang murah, tepat waktu, aman, terjangkau, serta penuh dengan kepastian layanan melalui sistem aplikasi,” pungkas Nyono.

Aldi Rismawan