Mencari Pemimpin Lewat Cara Ulama: Harapan Ubaidilah untuk Muktamar NU yang Sejuk

Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Ubaidilah
SURABAYA | BERITA ADIKARA – Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Ubaidilah, menyampaikan sejumlah harapan dan catatan kritis menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU).
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Ia menekankan pentingnya organisasi tersebut untuk kembali kepada khittah, menjaga jarak dari pusaran kekuasaan, serta mengedepankan nilai-nilai ulama dalam memilih pemimpin.
“Tentunya kami berharap NU kembali kepada khittahnya, tidak tunduk kepada kekuasaan dan senantiasa menjaga jarak. NU itu adalah penjaga umat dan penjaga daerah,” ujar Ubaidilah dalam keterangannya.
Ia secara khusus mengimbau para pengurus di tingkat daerah, terutama ketua-ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di seluruh Indonesia, untuk bersama-sama menjaga maruah organisasi agar tidak lagi terjebak dalam politik praktis.
Ubaidilah juga menyoroti dinamika kepengurusan NU selama lima tahun terakhir. Ia menilai terdapat persoalan di akar rumput akibat konflik internal yang sempat terjadi antara jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah.
Oleh karena itu, ia berharap Muktamar kali ini yang kental dengan nuansa kesejukan Jombang mampu menjadi momentum islah (rekonsiliasi) dan membawa kemaslahatan bagi seluruh warga Nahdliyin.

Terkait pencalonan ketua umum yang diikuti lebih dari dua kandidat
Ubaidilah menyambut positif dinamika tersebut. Menurutnya, semakin banyak kandidat yang maju, semakin baik bagi iklim demokrasi di tubuh NU, asalkan figur tersebut benar-benar mewakili aspirasi masyarakat bawah.
Sebagai penutup, Ubaidilah memberikan peringatan keras agar proses Muktamar tidak dicederai oleh praktik kotor yang bertentangan dengan muruah NU.
“Mengingat NU adalah organisasi para ulama, maka ke depankanlah cara-cara ulama. Jangan sampai ada cara-cara non-ulama, semacam main politik uang dan lain sebagainya. Harapannya, Muktamar ini bisa menghasilkan pemimpin yang mampu mewujudkan masyarakat Indonesia yang sejahtera, adil, dan makmur,” tutupnya.









